
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gelak tawa pecah sejak pagi, saat matahari belum beranjak tinggi. Wajah-wajah para guru, karyawan, dan pengurus komite SD Marsudirini Surakarta dipenuhi coretan bedak putih hingga menyerupai tokoh-tokoh Punakawan. Sorak-sorai dan canda mengiringi setiap permainan outbound yang digelar di Kebun Hanoman, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Rabu (1/7/2026).

Namun menjelang tengah hari, keceriaan itu berangsur-angsur berubah menjadi suasana haru ketika memasuki sesi inti acara. Tak sedikit mata yang berkaca-kaca, bahkan beberapa guru menitikkan air mata.
Hari itu bukan sekadar kegiatan rekreasi bertajuk “Dolan Bareng dan Pamitan”. Di balik canda dan tawa yang menghangatkan suasana, terselip sebuah momen perpisahan yang mengharukan.

Fransisca Romana Srilani menyampaikan sambutan penuh haru dalam acara Dolan Bareng dan Pamitan yang digelar keluarga besar SD Marsudirini Surakarta di Kebun Hanoman, Karangpandan, Rabu (1/7/2026) | Foto: Hamdani MW
Acara tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian Fransisca Romana Srilandi, S.Pd, guru senior SD Marsudirini Surakarta, yang resmi memasuki masa purna tugas terhitung mulai 1 Juli 2026.
Bersamaan dengan itu, Komite SD Marsudirini Surakarta periode 2017-2026, yang telah mengabdi selama tiga periode kepengurusan, juga menyampaikan pamitan kepada keluarga besar sekolah.
Sisca, sapaan akrab Fransisca Romana Srilani, bukan sosok asing di lingkungan SD Marsudirini Surakarta. Selain mengabdikan diri sebagai guru, ia juga pernah dipercaya memimpin sekolah sebagai kepala sekolah, menggantikan Sr. Cresentia, OSF, yang wafat beberapa waktu silam. Jejak kepemimpinannya masih dikenang sebagai bagian penting dari perjalanan sekolah.
Hilangnya Sekat-sekat
Suasana kebersamaan sebenarnya sudah terasa sejak rombongan tiba di lokasi. Panitia sengaja mengawali kegiatan dengan outbound sebelum matahari semakin terik. Berbagai permainan berlangsung seru dan mengundang gelak tawa. Hukuman bagi peserta yang melakukan kesalahan pun tak biasa. Wajah mereka diolesi bedak putih hingga hampir seluruh peserta tampil dengan wajah penuh coretan.
Tidak ada sekat antara komite sekolah dengan para guru, baik guru senior maupun guru-guru muda. Semua larut dalam permainan, saling menggoda, tertawa, dan menikmati kebersamaan yang telah terbangun selama bertahun-tahun.
Permainan lainnya yang cukup menyita perhatian adalah lomba fashion. Masing-masing kelompok dari empat kelompok yang ada, diminta untuk menghias satu orang model sebagai perwakilan kelompok. Namun peralatan yang disediakan cukup unik, yakni beberapa lembar koran, pita, balon dan lain-lain.

Akhirnya dalam waktu sekitar 30 menit, masing-masing kelompok berhasil menyelesaikan tugasnya, dan lihatlah, empat orang model berlenggang lenggok dengan angunnya. Penapilan mereka yang lucu dan unik, berhasil mengocok perut seluruh peserta.
Usai outbound, peserta menikmati makan siang bersama sebelum memasuki acara inti. Menu masakan khas Jawa di tengah sejuknya udara kaki Gunung Lawu sungguh membuat suasana semakin renyah dan akrab.
Kepala SD Marsudirini Surakarta, Y Suratno, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Fransisca Romana Srilani atas dedikasi panjangnya sebagai guru maupun kepala sekolah.
Ia juga memberikan penghargaan tinggi kepada Komite SD Marsudirini Surakarta periode 2017-2026 yang dinilainya telah memberikan pengabdian luar biasa bagi sekolah.
“Dari obrolan dengan beberapa guru di luar, banyak yang heran mengapa Komite SD Marsudirini bisa sesolid itu. Menurut saya, komite ini memang paling total dan solid,” ujarnya.
Menurut Suratno, kekompakan tersebut menjadi inspirasi bagi komite-komite sekolah lain maupun kepengurusan baru yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan. Ia menegaskan, setiap kepengurusan tentu memiliki karakter dan kelebihan masing-masing, yang semuanya membawa energi positif bagi sekolah.
Dalam kesempatan itu, Fransisca Romana Srilani menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan sekolah untuk mengabdi di dunia pendidikan.
Ia mengaku selama bertahun-tahun merasa sangat terbantu oleh rekan-rekan guru yang profesional, penuh kasih, dan menghadirkan suasana kerja yang hangat.
Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Komite SD Marsudirini periode 2017-2026 yang selama ini menjadi teman, sahabat, sekaligus inspirator dalam berbagai situasi.
Kemeriahan kembali terasa ketika panitia menggelar permainan tebak gambar tokoh. Potongan demi potongan foto ditampilkan secara bertahap, dimulai dari bagian kaki. Peserta saling bersahut-sahutan menebak siapa sosok dalam gambar tersebut.
Rasa penasaran memuncak ketika potongan demi potongan berikutnya ditampilkan hingga akhirnya wajah lengkap terlihat. Serentak ruangan bergemuruh karena tokoh yang ditebak ternyata adalah Fransisca Romana Srilani.
Permainan kemudian berlanjut dengan menghadirkan foto sejumlah guru senior, termasuk Sri Subekti, S.Pd, yang dikenal ramah dan penuh keceriaan. Suasana kembali dipenuhi gelak tawa.
Panitia kemudian mengajak seluruh peserta memasuki sesi “Merajut Kenangan”. Peserta dibagi menjadi enam kelompok dan masing-masing menerima dua amplop berisi potongan-potongan foto dokumentasi masa lalu.
Mereka diminta menyusun potongan-potongan tersebut hingga menjadi foto utuh. Setelah berhasil, setiap kelompok secara bergantian menceritakan kisah dan kenangan di balik foto yang mereka susun.
Pada momen itulah, lembar demi lembar kenangan masa lalu kembali dibuka. Kisah-kisah pengabdian, perjuangan, suka duka selama bertahun-tahun bersinergi, hingga momen-momen sederhana yang pernah dilalui bersama, mengalir dalam setiap percakapan.
Acara dilanjutkan dengan penyusunan kalimat inspiratif. Setiap kelompok memperoleh satu kata kunci yang kemudian dikembangkan menjadi kalimat penuh makna. Dari kegiatan sederhana itu lahir berbagai ungkapan yang menggambarkan semangat pengabdian, persahabatan, dan kebersamaan.
Suasana yang semula riuh perlahan berubah menjadi hening. Beberapa guru tampak tak kuasa menahan air mata. Bahkan Kepala Sekolah Y Suratno sempat menghentikan sejenak kata-katanya saat menyampaikan penutupan acara karena larut dalam suasana haru.
Ketua Komite SD Marsudirini Surakarta periode 2017-2026, Maria Irena Hendriyani, mengungkapkan rasa syukur karena selama tiga periode kepengurusan, pihak sekolah telah memberikan ruang yang luas bagi komite untuk berkarya dan berkontribusi.
Menurutnya, banyak program berhasil diwujudkan bersama, mulai dari perayaan Natal dan Paskah, seminar parenting, seminar pencegahan bullying, kegiatan literasi pendidikan, menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, kegiatan Tumbuk Ageng, hingga berbagai kegiatan lain yang mendukung kemajuan sekolah.
“Dari semua itu meninggalkan satu jejak yang pasti, yaitu kebersamaan,” ujarnya.
Menjelang sore, suasana kembali cair ketika grup band Mahalangit tampil menghibur peserta. Selain menghadirkan vokalis utama, para guru diberi kesempatan bergantian naik ke atas panggung.
Ternyata SD Marsudirini Surakarta menyimpan banyak talenta. Salah satunya Suyanto, petugas keamanan sekolah, yang tampil memukau dengan kualitas vokal dan penampilan layaknya penyanyi profesional.

Puncak kemeriahan terjadi saat Sri Subekti didaulat menyanyikan sebuah lagu. Seperti dihipnotis, perlahan satu per satu peserta berdiri, lalu bergoyang mengikuti irama, hingga tanpa dikomando membentuk barisan memanjang menyerupai ular yang berjalan mengelilingi ruangan.
Tawa, nyanyian, pelukan, dan air mata pun menyatu dalam satu hari yang akan selalu dikenang. Perpisahan itu bukan sekadar penutup masa tugas seorang guru dan berakhirnya kepengurusan komite, melainkan perayaan atas perjalanan panjang yang telah dibangun dengan ketulusan, pengabdian, dan kebersamaan. Sebab, seperti yang berkali-kali terucap sepanjang acara, warisan paling berharga yang mereka tinggalkan bukan sekadar program atau prestasi, melainkan rasa memiliki dan kebersamaan yang terus hidup di keluarga besar SD Marsudirini Surakarta. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














