Beranda Edukasi Pendidikan Desa di Wonogiri ini Berhasil Ubah Tahun Baru Islam Jadi Panggung Prestasi,...

Desa di Wonogiri ini Berhasil Ubah Tahun Baru Islam Jadi Panggung Prestasi, 164 Santri Ramaikan Festival Muharram Tambakmerang

Festival
Festival Muharram Tambakmerang Kecamatan Girimarto Wonogiri. Dok. Panitia

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana Balai Desa Tambakmerang, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, berubah menjadi lautan semangat dan keceriaan saat ratusan santri berkumpul mengikuti Festival Muharram 1448 Hijriah/2026 M. Bukan sekadar peringatan Tahun Baru Islam, kegiatan ini menjelma menjadi panggung bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan, keberanian, serta kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman.

Mengusung tema “Membangun Generasi Rabbani, Pancarkan Kemilau Prestasi”, festival yang digelar pada Sabtu (11/7/2026) sejak pukul 08.00 WIB tersebut dipusatkan di Balai Desa Tambakmerang dan SD Negeri 4 Girimarto. Antusiasme peserta, orang tua, guru, hingga masyarakat membuat suasana berlangsung meriah sepanjang kegiatan.

Festival Muharram telah menjadi agenda tahunan Pemerintah Desa Tambakmerang dan memasuki penyelenggaraan tahun ketiga sejak pertama kali digelar pada 2024. Kegiatan ini terus berkembang menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk belajar, berkompetisi, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri melalui berbagai perlombaan Islami.

Acara dibuka Camat Girimarto, Dwi Estiningsih, yang memberikan apresiasi atas konsistensi Pemerintah Desa Tambakmerang dalam menghadirkan kegiatan edukatif bagi generasi muda.

Dalam sambutannya, Dwi Estiningsih menilai Festival Muharram menjadi media yang efektif untuk membangun karakter anak sejak usia dini melalui pendekatan yang menyenangkan sekaligus sarat nilai keagamaan.

Sebanyak 164 santri dari seluruh TPQ se-Desa Tambakmerang ikut ambil bagian. Mereka berasal dari jenjang kelas 1 hingga kelas 6 SD atau sederajat dan dibagi menjadi dua kelompok usia, yakni kategori kelas 1–3 SD serta kategori kelas 4–6 SD.

Baca Juga :  Perantau Pondok Manyaran Bikin Haru! Pulang Kampung Langsung Tebar Rp250 Juta untuk Ratusan Anak Yatim dan Duafa

Semangat para peserta terlihat sejak pagi. Mereka tampil percaya diri di hadapan dewan juri, sementara orang tua dan guru memberikan dukungan penuh dari pinggir arena perlombaan.

Berbagai cabang lomba disiapkan untuk mengasah kemampuan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran Islam.

Lomba Adzan dan Iqamah

✓ Lomba Tata Cara Wudhu dan Sholat

✓ Lomba Hafalan dan Sambung Ayat

✓ Lomba Mewarnai Kaligrafi

Lomba Ceramah Islami

Seluruh perlombaan dinilai secara profesional oleh 12 guru Pendidikan Agama Islam se-Kecamatan Girimarto yang bertindak sebagai dewan juri.

Kepala Desa Tambakmerang, Aris Wahyu Suryanto, menyampaikan bahwa keberhasilan Festival Muharram merupakan hasil kerja sama banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan karakter anak-anak.

“Keberhasilan penyelenggaraan Festival Muharram tidak terlepas dari sinergi antara Pemerintah Desa Tambakmerang, Panitia Hari Besar Islam (PHBI), para takmir masjid, serta guru-guru TPQ se-Desa Tambakmerang yang bersama-sama mempersiapkan kegiatan tersebut,” ujar Aris Wahyu Suryanto.

Tidak hanya dipenuhi perlombaan, festival juga menghadirkan hiburan edukatif yang disambut antusias para peserta. Penampilan Kak Wal & Sawol dari Purwantoro melalui dongeng Islami dan pertunjukan boneka sukses menghidupkan suasana. Gelak tawa anak-anak berpadu dengan pesan moral yang dikemas ringan sehingga mudah dipahami dan membekas dalam ingatan mereka.

Baca Juga :  Mahasiswa DKV ISI Surakarta Asah Kompetensi Lewat Proyek Publikasi Buku Terbitan Guru Bumi

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa peringatan Tahun Baru Islam dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, sekaligus memberikan manfaat besar bagi perkembangan karakter generasi muda.

Pemerintah Desa Tambakmerang berharap Festival Muharram terus menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan anak-anak yang cinta Al-Qur’an, berakhlak baik, berani tampil di depan umum, serta memiliki prestasi di bidang keagamaan.

Harapannya, semangat yang tumbuh dari festival ini tidak berhenti di arena perlombaan, tetapi terus menginspirasi anak-anak untuk belajar, beribadah, dan mengembangkan potensi terbaiknya hingga menjadi generasi yang membanggakan keluarga, masyarakat, serta bangsa. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.