WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ada suasana berbeda di SD Negeri 2 Sendang, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (18/7/2026). Halaman sekolah yang biasanya dipenuhi aktivitas belajar kali ini berubah menjadi pusat semangat literasi. Program Gerakan Literasi 15 Menit (GELIT) resmi diluncurkan dan langsung mencuri perhatian karena menghadirkan konsep belajar membaca yang menyenangkan, interaktif, sekaligus penuh kreativitas.
Program ini digagas oleh PKK Kecamatan Purwantoro melalui Pokja 2 yang berkolaborasi bersama Bunda Literasi Kecamatan Purwantoro dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional yang menjadikan Kabupaten Wonogiri sebagai salah satu wilayah lokus pengembangan literasi.
Peluncuran GELIT dihadiri langsung oleh Camat Purwantoro, Sekretaris Kecamatan Purwantoro, Kepala Desa Sendang, jajaran pengurus PKK tingkat kecamatan dan desa, kepala sekolah, para guru, hingga ratusan siswa SD Negeri 2 Sendang yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Sejak pagi, suasana sudah dipenuhi gelak tawa dan semangat para siswa. Acara dibuka dengan senam bersama yang dipandu Ketua Pokja 2 PKK Kecamatan Purwantoro, Endang Susanti. Gerakan senam yang energik membuat seluruh peserta larut dalam suasana ceria.
Keseruan berlanjut saat Sekretaris Kecamatan Purwantoro bersama Relawan Literasi Masyarakat mengajak siswa mengikuti berbagai fun game edukatif. Permainan yang disiapkan tidak sekadar menghibur, tetapi juga melatih keberanian, kemampuan berpikir cepat, kerja sama, hingga rasa percaya diri anak-anak.
Memasuki acara inti, Bunda Literasi Kecamatan Purwantoro, Eny Sulastri, memperkenalkan sekaligus menyosialisasikan Gerakan Literasi 15 Menit kepada seluruh peserta. Ia menjelaskan bahwa membangun budaya membaca tidak harus dimulai dengan langkah besar. Justru kebiasaan sederhana selama 15 menit setiap hari mampu menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan kemampuan membaca, memahami informasi, hingga membentuk karakter anak.
Camat Purwantoro Khamid Wijaya yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memberikan apresiasi terhadap lahirnya GELIT. Menurutnya, gerakan seperti ini menjadi langkah positif dalam membangun generasi yang gemar membaca di tengah derasnya arus informasi digital.
Untuk menambah semangat para siswa, Camat juga memberikan hadiah kepada anak-anak yang berhasil menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung. Momen tersebut membuat suasana semakin hidup karena para siswa berebut mengangkat tangan untuk memberikan jawaban terbaik.
Kepala SD Negeri 2 Sendang, Winanti Rahayu, berharap peluncuran GELIT menjadi awal lahirnya gerakan literasi yang lebih luas di Kecamatan Purwantoro.
“GELIT diharapkan tidak berhenti di SD Negeri 2 Sendang, tetapi dapat dilanjutkan dan dikembangkan ke sekolah-sekolah dasar lainnya di wilayah Kecamatan Purwantoro,” kata Winanti Rahayu.
Usai seremoni peluncuran, kegiatan berlanjut dengan praktik literasi yang dipandu Relawan Literasi Masyarakat Wonogiri, Miswanto. Di sinilah para siswa benar-benar diajak merasakan bahwa membaca bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan.
Melalui metode Read Aloud (membaca nyaring), siswa diajak menikmati cerita bersama. Mereka tidak hanya membaca, tetapi juga belajar menyimak, berdiskusi, memahami isi cerita, hingga berinteraksi dengan buku secara aktif. Metode ini dikenal mampu meningkatkan minat baca sekaligus memperkaya kosakata anak sejak usia dini.
Tak berhenti sampai di situ, para siswa juga dikenalkan dengan pembuatan Zine, yaitu majalah mini yang menjadi media untuk menuangkan ide, imajinasi, dan kreativitas mereka. Anak-anak diminta menuliskan kembali inti cerita yang telah didengar dengan gaya bahasa mereka sendiri, lalu menghias hasil karyanya menjadi sebuah karya sederhana namun penuh makna.
Aktivitas tersebut melatih kemampuan berpikir kritis, menulis, menggambar, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri karena setiap siswa bebas mengekspresikan gagasannya.
Kolaborasi lintas elemen menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan GELIT. Mulai dari PKK Kecamatan Purwantoro, Bunda Literasi, Relawan Literasi Masyarakat, pihak sekolah, Pemerintah Desa Sendang, hingga para pegiat literasi bergerak bersama menghadirkan ekosistem membaca yang menyenangkan bagi anak-anak.
Gerakan ini juga menjadi pengingat bahwa membangun budaya literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Dukungan keluarga, pemerintah, organisasi masyarakat, hingga komunitas literasi memiliki peran yang sama penting dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini.
Dengan dimulainya Gerakan Literasi 15 Menit di SD Negeri 2 Sendang, harapannya akan lahir semakin banyak sekolah yang mengadopsi program serupa. Jika kebiasaan membaca selama 15 menit setiap hari dapat dilakukan secara konsisten, bukan tidak mungkin Kecamatan Purwantoro akan menjadi salah satu wilayah yang melahirkan generasi muda dengan kemampuan literasi yang semakin kuat, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














