Beranda Edukasi Pendidikan HP Narkoba hingga Pergaulan Bebas Jadi Ancaman! LDII Wonogiri Ambil Langkah Nyata...

HP Narkoba hingga Pergaulan Bebas Jadi Ancaman! LDII Wonogiri Ambil Langkah Nyata Lewat Permata CAI 2026

Kemah
Permata CAI LDII Wonogiri. Dok. Panitia

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Libur sekolah identik dengan waktu bersantai. Namun jika tidak diarahkan dengan baik, masa liburan justru bisa menjadi pintu masuk berbagai pengaruh negatif bagi anak-anak dan remaja. Berangkat dari kondisi tersebut, DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Wonogiri kembali menggelar kegiatan tahunan Perkemahan Akhir Tahun (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 Tahun 2026 sebagai wadah pembinaan generasi muda selama masa liburan.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu (4/7/2026) hingga Senin (6/7/2026) ini dipusatkan di kompleks Masjid Umar Hamdan, Kecamatan Nguntoronadi, Wonogiri. Menariknya, agenda tersebut tidak hanya digelar di satu lokasi, tetapi berlangsung serentak di enam titik yang tersebar di berbagai kecamatan sehingga mampu menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC).

Selain di Kecamatan Nguntoronadi, kegiatan Permata CAI ke-47 juga dilaksanakan di Kecamatan Eromoko, Jatisrono, Purwantoro, serta dua lokasi di Kecamatan Jatipurno. Langkah ini menjadi bagian dari upaya LDII Wonogiri agar semakin banyak generasi muda memperoleh pembinaan karakter selama mengisi libur panjang sekolah.

Wakil Ketua Dewan Penasehat (Wanhat) LDII Wonogiri, KH Sunadi Ali Musthofa, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang agar anak-anak dan remaja tidak menghabiskan waktu liburan dengan aktivitas yang kurang bermanfaat.

“Melalui kegiatan ini bertujuan agar generasi penerus (generus) selama libur panjang ini mendapat ilmu yang positif, tidak mengisi waktu luang (liburan) dengan hal-hal yang negatif apalagi sampai merugikan orang lain,” ujar Sunadi.

Menurutnya, pembinaan karakter harus dilakukan sejak dini karena tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibanding beberapa tahun lalu. Oleh sebab itu, Permata CAI tidak hanya menghadirkan kegiatan berkemah, tetapi juga dipadukan dengan materi keagamaan, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, diskusi kelompok (FGD), hingga penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca Juga :  Bikin Merinding! Ribuan Jemaah dan Lintas Agama Tumpah Ruah di Tirtomoyo, Pengajian Khoul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Berakhir dengan Kejutan 1.000 Porsi Soto Gratis

Selama tiga hari pelaksanaan, puluhan peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran berbasis IMTAQ (Iman dan Takwa) serta IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang dikemas lebih interaktif agar mudah dipahami kalangan remaja.

Sunadi berharap para peserta mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter kuat, mandiri, peduli lingkungan, serta memahami ajaran agama secara utuh.

“Kita berharap generasi muda yang mayoritas para mubaligh dan mubalighot ini melalui event Permata CAI mereka makin cinta alam dan lingkungan Indonesia kita ini, di samping itu juga menjadi orang yang faqih (paham agama) dengan 29 karakternya,” paparnya didampingi Wanhat Joko Santoso.

Salah satu pemateri dalam Permata CAI 2026 Kabupaten Wonogiri, Weda Hendragiri, yang juga menjabat Sekretaris Umum PB Persinas ASAD sekaligus Ketua IPSI Kota Mete Wonogiri, menilai pembinaan generasi muda harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Menurutnya, komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak menjadi salah satu benteng paling kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman digital.

“Ajak anak-anak kita sesekali di rumah itu ngobrol, diskusi sehingga muncul komunikasi yang positif, jangan hanya kita perintah terus tapi beri kesempatan mereka berpendapat atau usul apa saja silakan,” tutur Weda.

Ia mengingatkan bahwa ancaman terhadap remaja saat ini semakin nyata dan tidak bisa dianggap sepele. Selain pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba, penggunaan telepon genggam yang tidak terkontrol juga menjadi tantangan besar yang harus diantisipasi bersama.

Baca Juga :  DRAMA Final Pordus Girimarto Pecah! Dusun Nglaban Tumbangkan Janti 2-1

Menurutnya, kemajuan teknologi memang membawa banyak manfaat. Namun di sisi lain, tanpa pengawasan yang baik, teknologi juga dapat menjadi pintu masuk berbagai konten negatif yang memengaruhi pola pikir hingga perilaku anak-anak.

Karena itu, kegiatan seperti Permata CAI dinilai menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk belajar, berdiskusi, membangun kepedulian terhadap lingkungan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, sekaligus melatih jiwa kepemimpinan dan kemandirian.

Dengan konsep pembelajaran yang dipadukan bersama aktivitas alam terbuka, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berkemah, tetapi juga bekal karakter yang diharapkan mampu menjadi fondasi menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.

Pelaksanaan Permata CAI ke-47 menjadi bukti bahwa masa libur sekolah dapat dimanfaatkan secara produktif melalui kegiatan edukatif yang menyenangkan. Harapannya, semakin banyak generasi muda Wonogiri yang tumbuh sebagai pribadi berakhlak mulia, berwawasan luas, mencintai lingkungan, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.