Beranda Daerah Wonogiri Apa Arti Hari Santri Tanpa Aksi Nyata? 460 Santri Ponpes Al Barru...

Apa Arti Hari Santri Tanpa Aksi Nyata? 460 Santri Ponpes Al Barru Wonogiri Memilih Langkah ini

Santri
Aksi santri Ponpes Al Barru Wonogiri menjelang HSN 2026. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sedikitnya 460 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Barru Bulusulur, Wonogiri, turun tangan membersihkan lingkungan pesantren dalam aksi massal bertajuk Resik-Resik Pesantren, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini digelar menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2026.

Ratusan santri bersama pengurus pondok, ustaz, dan ustazah bergotong royong membersihkan halaman, merapikan lingkungan, serta mengumpulkan sampah di sejumlah area pesantren dan sekitarnya.

Aksi tersebut tidak hanya menyasar kebersihan lingkungan. Para santri juga diajak membiasakan hidup disiplin, menjaga kesehatan, dan bertanggung jawab terhadap tempat mereka belajar serta beribadah.

Kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi Pakis) Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Mursidi. Ia hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri, Haryadi.

Dalam arahannya, Mursidi menekankan bahwa kerja bakti di lingkungan pesantren perlu menjadi kebiasaan, bukan hanya dilakukan ketika menyambut peringatan tertentu.

Baca Juga :  Sertifikasi Halal Diundur sampai 2028, Kewajiban Konsumsi Produk Halal Tak Ikut Mundur!

Setelah apel, alat-alat kebersihan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan santri. Selanjutnya, seluruh peserta bergerak membersihkan lingkungan pondok secara bersama-sama.

Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran karakter. Para santri dilatih membangun kebiasaan menjaga kebersihan, bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Ketua Ponpes Al Barru Bulusulur Wonogiri, Ust Agung Susanto, mengatakan peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi kesempatan untuk meneguhkan peran santri dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, santri tidak cukup hanya memiliki ilmu pengetahuan dan akhlak yang baik. Mereka juga perlu menunjukkan kepedulian melalui tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi orang lain.

Melalui gerakan Resik-Resik Pesantren, Ponpes Al Barru ingin membangun kebiasaan positif agar kebersihan tetap terjaga, baik di lingkungan pondok maupun ketika para santri berada di tengah masyarakat.

“Dari pesantren, tumbuh generasi berilmu dan berakhlak luhur yang siap menjaga kebersihan, merawat lingkungan, serta memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” tandas dia.

Baca Juga :  Rumah Warga Masaran Dilalap Api, Diduga Dipicu Pembakaran Sampah

Peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober menjadi momentum untuk mengenang peran santri dan ulama dalam perjalanan bangsa. Di lingkungan pesantren, nilai tersebut juga dapat diwujudkan melalui tindakan sehari-hari, termasuk menjaga kebersihan, memelihara lingkungan, dan membangun kepedulian sosial. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.