loading...
Loading...
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta Gatot Sutanto saat mengecek unit mobil pemadam kebakaran keterangan, Rabu (31/1/2018). Foto : JSnews/Satria

SOLO–Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surakarta berencana menambah personel relawan yang baru berjumlah 750 orang. Idealnya, jumlah personel relawan yang dibutuhkan untuk menanggulangi kebakaran dan bencana lainnya sebanyak 1500 personel.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta Gatot Sutanto menyatakan, jumlah personel relawan perlu ditingkatkan lagi. Hal itu dikarenakan jumlah eksisting saat ini hanya 750 relawan yang tersebar di lima kecamatan di Kota Surakarta. Menurut dia, idealnya jumlah relawan untuk lima kecamatan yakni di Kecamatan Jebres, Banjarsari, Laweyan, Pasar Kliwon dan Serengan sebanyak 1500 relawan.
“Idealnya jumlah relawan di lima kecamatan di Kota Solo 1500 orang,” kata Gatot kepada wartawan di kantornya,Rabu (31/1/2019).
Gatot juga menyampaikan, selain menambah personel relawan, pihak Pemkot Surakarta akan menambah dua unit mobil pemadam kebakaran baru pada tahun 2018. Pengadaan dua unit mobil tersebut berasal dari APBD Pemkot Surakarta.
Saat ini, Kota Surakarta baru memiliki 14 unit mobil pemadam kebakaran dengan kapasitas rata-rata mampu menampung 3.000 liter air dan 4.000 liter air.
“Selain penambahan personel relawan, Pemkot Surakarta juga menambah dua unit mobil pemadam kebakaran dengan kapasitas rata-rata menampung 3.000 liter air,” imbuh Gatot.
Gatot juga menyampaikan, untuk penanganan dan antisipasi kebakaran yang memadai, pos pemadam kebakaran (Damkar) di Kota Solo direncanakan juga akan diperbanyak menjadi lima unit. Menurut Gatot, kebutuhan pos Damkar disesuaikan dengan kondisi kewilayahan di Kota Solo untuk kecepatan penanganan kasus kebakaran.
Selama ini dari lima kecamatan di Kota Solo hanya terdapag tiga pos Damkar yakni, pos induk di kantor Dinas Damkar di Kottabarat, pos Damkar di Pedaringan dan Gading.
“Rencananya tiga pos yang akan dibangun yakni di Solo bagian barat udara dan Solo bagian barat selatan. Rencana tersebut telah masuk di RPJP Pemkot Surakarta,” pungkas Gatot. Satria Utama

Loading...