loading...
Loading...
wikimedia

SOLO-Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta berupaya meredam perselisihan dua kelompok pemuda yang terlibat bentrok di kawasan Purwosari, Senin (22/1/2018) petang.
Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo saat dikonfirmasi wartawan menyatakan, usai aksi bentrok, pihak kepolisian langsung mempertemukan pimpinan masing-masing kelompok yang terlibat bentrok.
“Usai bentrok, pimpinan masing-masing kelompok pemuda yang bentrok langsung kami pertemukan di Mapolresta Surakarta pada Senin malam. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak lagi mengerahkan massa dalam jumlah yang banyak di Kota Solo,” jelas Kapolresta, Selasa (23/1/2018).
Kendati demikian, pihak kepolisian melakukan penyelidikan permasalahan yang menjadi pemicu bentrok. Hal itu sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi bentrok lanjutan lantaran dendam antar keduanya. Ribut menegaskan, upaya itu dilakukan untuk menjaga kondusivitas Kota Solo dan tidak ada lagi aksi bentrok antar kelompok masyarakat.

Baca Juga :  Grand Opening, RS JIH Solo Miliki Layanan Unggulan, Antara Lain Mom and Kids Center dan Trauma Center

“Kedua pihak juga sepakat untuk menjaga kondusivitas Kota Solo,” sambung dia.
Menurut Kapolresta, dalam waktu dekat bakal mempertemukan kedua belah pihak yang bentrok sebagai upaya untuk mempertegas perdamaian antar kedua belah pihak.
Saat dikonfirmasi adanya korban luka bacok salah satu anggota kelompok pemuda, Kapolresta enggan menjelaskan terkait hal tersebut. Ia memastikan pihak kepolisian akan memproses kasus bentrokan tersebut secara hukum.
Seperti diberitakan, pada Senin (22/1/2018), terjadi aksi bentrok antar dua kelompok pemuda di depan Stasiun Purwosari, Laweyan, Kota Solo. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.40 WIB.
Informasi yang dihimpun, dua kelompok pemuda saling serang. Belum diketahui penyebab aksi bentrok tersebut. Satria Utama

Loading...