JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Skenario YURO Jilid 2 Kandas, PKS: Bukan Kami Yang Mengingkari Kesepakatan!

Wabup Karanganyar, Rohadi Widodo bersama jajaran dinas terkait saat meresmikan Pasar Rakyat di Dawung, Matesih, Jumat (5/1/2018). JSNews/Yok
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Wabup Karanganyar, Rohadi Widodo bersama jajaran dinas terkait saat meresmikan Pasar Rakyat di Dawung, Matesih, Jumat (5/1/2018). JSNews/Yok

 

KARANGANYAR– Terbitnya rekomendasi dari DPP Golkar untuk Juliyatmono-Robert Kristanto memang mengejutkan dan di luar dugaan banyak pihak. Tak terkecuali, bagi DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) setempat yang sejak awal sudah bersemangat dan mengikrarkan untuk kembali mengusung Yuli-Rohadi (YURO)  jilid 2 ke Pilkada untuk kali kedua.

Partai tempat Rohadi Widodo bernaung itu tak bisa menyembunyikan kekecewaan saat mengetahui rekomendasi Golkar yang mendepak Rohadi dari skenario awal berduet dengan Yuli.

Baca Juga :  Sumanto Ungkap Sebagian OPD di Jateng Ketakutan Gunakan Anggaran Refocusing Covid-19. Dari Rp 2,2 Trilyun Baru Terpakai Rp 400 Miliar, Ada Apa?

Menaggapi keluarnya rekomendasi tersebut,  Sekretaris DPD PKS Karanganayar, Darwanto,  ketika dihubungi melalui telepon selularnya, mengatakan  sejak awal, YURO tetap berkomitmen untuk tetap bersama sampai dua periode. Jika dalam perjalanannya, Juliyatmono memilih pasangan lain, hal itu menurutnya merupakan hak politik yang bersangkutan.

“Sejak awal  pasangan YURO komitmen dua periode. Jika harus berpisah,  bukan kami yang mengingkari kesepakatan,” tegasnya.

Ditambahkan, PKS  segera melakukan konsolidasi untuk menentukan sikap selanjutnya. Yang jelas, menurut Darwanto, PKS tetap mengusung Rohadi Widodo.

Baca Juga :  Diduga Tersesat, Pendaki Muda Ditemukan Tewas di Gunung Lawu Karanganyar. Korban Ditemukan Tak Bernyawa di Jalur Pendakian Gegerboyo

“Segera kita konsolidasi internal. Komunikasi politik dengan partai lain tetap jalan. Tetap komunikasi politik,” jelasnya.

Sementara itu, Juliyatmono, hingga berita ini diturunkan, belum dapat dikonfirmasi. Ketika dihubungi, telepon selular yang bersangkutan tidak diangkat.

Terpisah, Robert  Kristanto, ketika dikonfirmasi, juga masih enggan memberikan keterangan.

“Nanti saja mas. Dari PDIP sendiri, rekomendasi  belum keluar,”  katanya singkat. Wardoyo

 

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here