JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Bikin Was-was, Tanah Retak di Purwantoro Sedalam 320 Meter, Dikhawatirkan Terus Bergerak Puluhan KK Diungsikan

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto (kanan) memantau pergerakan tanah di Kecamatan Purwantoro. Dok. BPBD Wonogiri
Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto (kanan) memantau pergerakan tanah di Kecamatan Purwantoro. Dok. BPBD Wonogiri

WONOGIRI-Pergerakan tanah labil yang berakibat timbulnya tanah retak tengah berlangsung di dua wilayah desa di dua kecamatan berbeda. Retakan tanah dimungkinkan bakal terus berlangsung mengingat hujan masih kerap turun cukup deras.

Bahkan mulai terlihat muncul air dari sela-sela retakan tanah. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, puluhan warga mengungsi di lokasi Sekolah Dasar (SD) setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto menerangkan, di Kecamatan Purwantoro gerakan tanah berlangsung di Dusun Galih RT 2 RW 4 Desa Sumber. Gerakan tanah masih belum stabil dan dimungkinkan masih terjadi saat ada hujan.

Baca Juga :  Woro-woro Lur Warga Manyaran Wonogiri TMMD Sengkuyung III 2020 Digelar di Dusun Gembuk Desa Bero, Kendati Belum Dibuka Pekerjaan Fisik Sudah Dimulai

“Kondisi pengecekan terakhir di salah satu rumah warga, air bawah tanah dari rekahan terlihat jelas. Setelah diadakan pengukuran, sekitar 320 meter kedalaman rekahan,” terang dia, Senin (5/2/2018).

Saat ini telah didirikan posko pengungsi dan posko kesehatan berlokasi di SD Negeri 1 Sumber. Juga ada dukungan dapur umum dari Dinas Sosial Wonogiri.

“Posko pengungsi masih dihuni warga sejumlah 27 KK, atau 88 jiwa, 1 KK menempati rumah saudaranya di luar Desa Sumber,” sebut dia.

Baca Juga :  Program Sunat Gratis di Slogohimo Wonogiri Berlanjut, Sasarannya Tetap Anak Yatim dan Kurang Mampu, Kali ini Dalam Rangka HUT TNI

Di Kecamatan Kismantoro, gerakan tanah berlangsung di Dusun Joho RT 3 RW 7, Desa Gedawung. Kondisi tanah masih bergerak. Hal ini terlihat ketika setelah ditutup rekahan akan muncul lagi rekahan yang sama.

Upaya penutupan semua rekahan telah dilakukan warga sekitar dibantu relawan, Polri/TNI. Saat ini terus dilakukan pemantauan kondisi pergerakan tanah. Aris Arianto