JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Dalang Cilik Satria, di Sekolah Sering Dipanggil “Pak Dalang” oleh Guru-gurunya

Satria/Dok Pribadi

Bakat seni ternyata tidak selamanya harus diturunkan dari orang tua atau keluarga.  Satria Qolbun Salim, siswa kelas 6 SD Negeri Laweyan 54 Solo ini contohnya. Kecil-kecil, dia sudah sarat dengan prestasi di bidang seni, terutama seni pedalangan.

Sang ayah, Ali Martopo, mengaku kalau saja anaknya tidak meminta belajar dalang, ia tak bakal tahu kalau anaknya memiliki bakat di bidang seni pedalangan. Keinginan itu muncul secara spontan saat usia baru 3 tahun, Satria merasa tertarik dengan siaran wayang di TVRI Jogja.

“Awalnya, kalau pas nonton wayang di TVRI, kok kelihatan menarik. Jadinya pingin bisa ndalang,” ujar Satria saat ngobrol-ngobrol sebelum manggung di SD Marsudirini Surakarta, Jumat (9/2/2018) pagi.

Saat itu, Satria tengah mendapat job manggung di depan ratusan siswa TK/SD Marsudirini yang tengah memperingati 64 tahun (Tumbuk Ageng) Yayasan Marsudirini. Satria didampingi sang Ibu, Vidi dan ayahnya, Ali.

Kedua orang tua Satria sangat mendukung anaknya. Mereka selalu menyediakan waktu untuk mendampingi anaknya tersebut, ke mana saja sang anak mendapat undangan untuk mendalang.

Baca Juga :  SMPN 8 Solo Gelar Simulasi Penilaian Tengah Semester Secara Daring

Satria merupakan anak ke-2 dari tiga bersaudara. Ali mengatakan, di antara ketiga anaknya, hanya Satria yang memiliki bakat seni. Uiknya, adik Satria memiliki sifat berkebalikan dari sang kakak. Saat Satria sedang berlatih mendalang misalnya,  adiknya selalu merasa terganggu.

Kemampuan mendalang Satria terasah lewat sanggar seni di daerahnya, Desa Salakan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Oleh ayahnya, Satria diarahkan untuk belajar privat  pada Tulus Raharjo, karyawan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Selain tangan kecilnya terampil memainkan wayang kulit, Satria juga berbakat main wayang orang.

“Saat pentas wayang orang, dia biasanya memerankan Gareng. Kalau sudah jadi gareng, di atas panggung di lucu sekali,” ujar Vidi, sang ibu kepada Joglosemarnews.

Oleh karena prestasinya itu, bocah yang memiliki idola Bayu Aji, anak dari Ki Dalang Anom Suroto itu sempat dipanggil oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke istana Cipanas untuk ikut pentas karawitan, sekitar tahun 2014 silam.

Baca Juga :  22 Website, 19 Aplikasi dan 5 Video Conference yang Bisa Diakses dengan Kuota Belajar

Di sekolah, Satria sering dipanggil Pak Dalang, baik oleh teman-temannya maupun gurunya. Panggilan Satu, bagi Satria tidak membuat dirinya jadi malu, namun sebaliknya, ia merasa senang.

Sejak menjadi dalang bocah, Satria mengaku kadang harus meninggalkan pelajaran. Namun selama ini dia selalu minta izin secara resmi, melalui panitia pengundang kepada pihak sekolah.  Meski begitu, ia masih dapat mengejar ketertinggalan pelajaran.

Prestasi yang ditorehkan  Satria terbilang cukup banyak, baik dari tingkat lokal Surakarta, di tingkat regional Jateng hingga tingkat nasional.  Di tingkat lokal misalnya, Satria pernah menyabet Juara 2 lomba macapat tingkat SD se Surakarta 2016 dan Juara 2 lomb a macapat SD se Surakarta tahun 2017.

Dalam olah seni vokal pun, Satra juga pernah menyabet predikat sebagai penyaji music terbaik  pada festival nasional music tradisi untuk anak-anak tahun 2014 silam. Sementara di bidang seni pedalangan,  Satria pernah menyabet predikat dalang berpotensi dalam Temu Dalang Cilik Nusantara tahun 2011.  Suhamdani