JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Kendala UMKM Wonogiri, Belum Bisa Bikin Kemasan Menarik, Akhirnya Jadi Seperti Ini

Wingko babat waluh, salah satu produk UMKM Wonogiri.JSNews/Aris Arianto
Wingko babat waluh, salah satu produk UMKM Wonogiri.JSNews/Aris Arianto

WONOGIRI-Produk UMKM di Wonogiri hingga saat ini sangat susah masuk ke pasar modern. Penyebabnya, para pelaku bisnis ini belum bisa mengemas produknya secara baik.

Ketua Forum Komunikasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) Wonogiri, Sarmin, membenarkan pernyataan dinas soal kendala yang dihadapi pelaku bisnis UMKM. Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Wonogiri, Guruh Santosa sebelumnya menyatakan produk UMKM belum dikemas secara baik.

“Sebenarnya kuncinya di packaging, pada pengemasan,” kata dia, Sabtu (17/2/2018).

Baca Juga :  Program Sunat Gratis di Slogohimo Wonogiri Berlanjut, Sasarannya Tetap Anak Yatim dan Kurang Mampu, Kali ini Dalam Rangka HUT TNI

Dia, mengatakan potensi UMKM di Wonogiri cukup bagus dan lengkap. Baik dari bidang makanan olahan, kerajinan dan sebagainya. Hanya saja belum semua mampu menembus pasar modern.

Menurut dia, kemasan menjadi salah satu daya tarik sebuah produk agar lebih diminati pasar. Percuma produk sebaik apapun jika kemasannya biasa saja.

Dia mencontohkan janggelan sebagai bahan baku cincau. Di Wonogiri janggelan hanya dijual secara kasar di pasar tradisional. Tidak dikemas dalam bentuk kalengan.

Baca Juga :  Hasil Verifikasi KPU Wonogiri Dinyatakan Belum Memenuhi Syarat, Paslon Joko Sutopo-Setyo Sukarno Alias Josss Maupun Hartanto-Joko Purnomo Atau Harjo Diminta Segera Memperbaiki ini

“Sementara janggelan kalengan yang masuk pasar modern itu merupakan buatan Cina, padahal bahan mentahnya diambil dari Wonogiri. Ironis, bahan bakunya diambil dari Wonogiri, setelah diolah dan dikemas dijual lagi ke Wonogiri,” beber dia.

Untuk menangani persoalan tersebut, Forum Komunikasi IKM segera melakukan kajian bersama koordinator masing-masing jenis industri.

“Bagaimana agar produk Wonogiri bisa diterima pasar modern atau pasar yang lebih luas? Ini adalah tantangan kami,” tandas dia. Aris Arianto