Pedagang Pasar Masaran saat beraudiensi dengan DPRD, Sekda dan Komisi II Selasa (27/2/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN – Konflik penataan pedagang pascarenovasi di Pasar Masaran kembali mencuat. Pedagang yang merasa menjadi korban karena mendapat los tak sesuai dengan los awal,  kembali menggeruduk DPRD Sragen untuk meminta audiensi dengan DPRD Selasa (27/2/2018).

Mereka kembali menuntut janji Pemkab yang ingin memberi solusi untuk pedagang. Sudah lebih satu tahun, sejak akhir 2016 keluhan mereka tidak kunjung mendapat penyelesaian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Sragen.

Para pedagang sekitar 30an orang itu datang ke DPRD dengan didamping Forum Masyarakat Sragen (Formas).

Baca Juga :  Geram Kinerja Mencla-Mencle, Komisi IV DPRD Sragen Wacanakan Panggil Rekanan RSUD. Sebut Alat Rp 6,4 Miliar Jadi Tak Berguna!

Ketua Formas Andang Basuki menyampaikan sudah kesekian kali para pedagang protes dan tidak ada penyelesaian.

Advertisement

”Dari para pedagang sudah melunak, kalau dulu kekeh utuh, ini pedagang mau setengah setengah ditempatkan,”ujarnya.

Dia menyampaikan sebagian pedagang mau melunak tidak semua ditempatkan di tempat semula. Sedangkan dari dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) sendiri seolah pasif dalam menyelesaikan masalah pasar Masaran. ”Sebelumnya di depan, kita berharap tidak utuh bisa sepauh separuh, los yang paling depan,” ujarnya.

Baca Juga :  Fenomena Miris, Orangtua Penjemput di Sragen Kepergok Masih Ngeyel, Dinas Minta Anak-Anak Gantian Nasehati Ortunya!

Andang menyampaikan hal ini juga perlu dikomunikasikan dengan pedagang. Dinas sendiri dinilai belum punya format terkait penataan. Harapannya ada komunikasi yang terbangun.

Sementara Kordinator Pedagang Aminudin menyampaikan kali ini membawa 20 an pedagang. Dia sendiri menyampaikan ada 36 pedagang yang terzalimi terkait masalah ini.

”Kalau kita diparo, kita terima jadi 18, kalau ke dinas terkait sudah melalui surat, tapi belum ada tanggapan,” ujarnya.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua