JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Solo Mengajar Gelar Wawancara Calon Relawan, Ternyata Pendaftarnya Begini Banyaknya

Kegiatan wawancara (interview) rekrutmen relawan Solo Mengajar. JSnews/ A.Setiawan
Kegiatan wawancara (interview) rekrutmen relawan Solo Mengajar.
JSnews/ A.Setiawan

SOLO-Solo Mengajar menggelar kegiatan tes interview calon volunter yang ke-15  selama tiga hari mulai Rabu-Jumat (21/2/2018) hingga (23/2/2018). Tes ini merupakan rangkaian kegiatan Open Recruitment (Oprec) Volunter ke-15 setelah proses Seleksi Berkas  yang telah dilakukan pada (25/1/2018)- (8/2/2018) lalu. Interview dilaksanakan di Sekretariat Solo Mengajar, Sumber, Surakarta.

Oprec merupakan strategi Solo Mengajar untuk memanggil relawan-relawan muda guna bergabung di Solo Mengajar. Tema yang diusung Oprec  ke-15 adalah SETIA dan jargon Setia Setiap Saat. “Oprec ke-15 kali ini sangat menarik karena pendaftar sebanyak 355 calon volunter, dan akan kami ambil sebanyak 108 calon volunter. Itupun sempat kami tutup dan tidak kami tambah lagi kuotanya. Alokasi interview kami jadwalkan selama 3 hari”, terang Kevin Chandra, Ketua Panitia Oprec ke- 15.

Baca Juga :  Rekontruksi Penyerangan Mertodranan Solo, Tersangka Jalani 77 Adegan, Ternyata Provokasi Berawal dari Grup WA

Kevin menambahkan  lanjutan dari proses Oprec adalah training di LPPKS yang akan digelar mulai  (3/3/2018) dan (4/3/2018). Pasca training, imbuhnya 108 volunteer akan ditugaskan di 9 titik meja abdi kita yang terbagi dalam 7 taman cerdas dan 2 rumah mengajar.

“Konsep ini sedikit berbeda dari sebelumnya yaitu melatih dan mengajarkan kita agar menjadi pemimpin yang bisa setia dan bisa melayani setiap saat kepada dunia pendidikan dan anak”.terangnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , pekan lalu.

Uniknya training yang diadakan Solo Mengajar ini tegas Kevin, merupakan antitesa dari training pada umumnya. Training yang diberikan Solo Mengajar menekankan pada konsep pelayanan. Nilai yang diajarkan dari konsep pelayanan ini adalah hidup untuk melayani, hidup untuk berbagi. Ketika volunter Solo Mengajar kelak menjadi seorang pemimpin maka dia adalah pemimpin yang membumi, yang siap melayani bukan dilayani.

Baca Juga :  Puluhan Orang Terjaring Razia Masker Malam Hari di Plaza Manahan Solo, Bukan Bersihkan Sungai Tapi ini Sanksinya

Solo Mengajar merupakan salah satu organisasi yang konsen di bidang pendidikan dan anak di Kota Solo. Kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan anak usia sekolah di 7 taman cerdas dan 2 rumah mengajar. TOP itulah jargon andalan Solo Mengajar. “TOP merupakan singkatan dari T untuk Tuhan, O untuk Orang Lain, dan P untuk Pribadi. TOP memotivasi volunter Solo Mengajar untuk lebih memprioritaskan hubungan dengan Tuhan, Orang lain baru dirinya sendiri (Pribadi)”, terang Gentur Yoga, Direktur Solo Mengajar. A.setiawan