JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

5 Bulan Usai Diserahkan Presiden Jokowi, Ratusan Sertifikat Program PTSL (Prona) di Sragen Belum Diterima Warga

Presiden Joko Widodo saat menyerahkan secara simbolis dan serentak sertifikat tanah untuk ribuan warga eks Karesidenan Surakarta peserta program PTSL 2017 di Stadion Taruna Sragen November 2017 silam. Foto/Wardoyo
Presiden Joko Widodo saat menyerahkan secara simbolis dan serentak sertifikat tanah untuk ribuan warga eks Karesidenan Surakarta peserta program PTSL 2017 di Stadion Taruna Sragen November 2017 silam. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Masyarakat di beberapa desa penerima program sertifikasi tanah melalui proyek Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau yang dulu disebut program Prona, mempertanyakan sertitikat mereka.  Pasalnya sertifikat program PTSL tahun 2017 yang pernah diserahkan secara simbolis oleh Presiden Jokowi secara serentak dan dipusatkan di Sragen November 2017 lalu, ternyata sebagian masih belum diterima oleh warga.

Laporan yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM , ada beberapa desa yang hingga kini belum menerima sertifikat program PTSL Tahun 2017 dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat. Desa-desa itu sebagian ada di Tanon dan Sumberlawang.

Salah satunya di Sambiduwur, Kecamatan Tanon dan Desa Cepoko Kecamatan Sumberlawang. Di dua desa itu, ada ratusan sertifikat program PTSL yang belum diserahkan ke warga. Saat dikonfirmasi, Kades enggan berkomentar meski secara tersirat tak menampik kalau banyak ditanya warganya mengapa sertifikat tahun 2017 belum diserahkan.

Baca Juga :  Gagal Usung Calon, Kader dan Simpatisan PKS di Sragen Dihimbau Tetap Konsisten Taati Keputusan Abstain pada Pilkada

Padahal desa-desa lain sudah diberikan bersamaan acara penyerahan oleh Presiden Jokowi di Stadion Taruna Sragen 2017 silam.

Terkait hal itu, Kepala Kantor BPN Sragen, Agus Purnomo menyampaikan memang masih ada sertifikat di beberapa desa yang belum dibagikan. Namun sertifikat itu sebenarnya sudah jadi dan tinggal membagikan saja.

Menurutnya penyerahan di beberapa desa itu menunggu jadwal dari bupati. Termasuk di Cepoko dan Desa Jati Sumberlawang. Untuk Desa Sambiduwur Tanon dari 360 sertifikat yang sudah jadi ada 179. Sedangkan sisanya masih dalam proses karena ada perbedaan ukurannya yang cukup signifikan antara gambar dengan luasan sebenarnya.

Baca Juga :  Ramai-ramai Pilkada Ditunda, Bupati Sragen Tegaskan Penundaan Tanpa Kepastian Bukan Solusi. Sebut Dampak Kondusivitas, Legalitas Pemerintahan Hingga Potensi Polemik Berkepanjangan Perlu Dipikirkan!

“Misalnya di surat tanahnya luasnya 100 meterpersegi, setelah diukur jadi 1.000 meter persegi. Ambang toleransinya sudah jauh. Makanya perlu dirubah dan dilihat serta dihitung lagi. Jangan sampai tumpang tindih. Kalau yang lain, sebenarnya sudah jadi. Tinggal nunggu jadwal pembagian dari beliau Ibu Bupati,” tuturnya.

Agus menambahkan untuk tahun 2017, Kabupaten Sragen mendapatkan 15.000an bidang penyertifikatan program PTSL. Sejauh ini sudah 90 persen yang selesai dan dibagikan. Wardoyo