JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Kelas Inspirasi Ini Mampu Menarik Minat dan Mendorong Motivasi Siswa SD di Jogja

Ilustrasi/Tribunnews

JOGJA – Kalau di Solo ada Kelas Inspirasi melalui Solo Mengajar dan beberapa kelompok belajar lainnya, maka di Jogja juga ada kelas inspirasi. Semakin banyak kelas-kelas inspirasi hadir di tengah masyarakat, hal itu makin membuat harapan baru bagi pendidikan di tengah masyarakat.

Sebanyak 230 relawan pengajar dan 90 relawan dokumentator turut terlibat dalam kegiatan Kelas Inspirasi Yogyakarta 2018, yang diselenggarakan di sebanyak 22 sekolah dasar di DIY pada Jumat (23/3/2018).

Sebanyak 10 relawan tersebut di antaranya mengajar di SDN Sayidan Yogyakarta. Beberapa relawan tersebut menuturkan kegiatan seperti ini sangat berkesan dan bermanfaat sekali.

Baca Juga :  LPSK Bakal Dampingi Korban Kejahatan Klitih di Yogyakarta

“Saya ikut (Kelas Inspirasi Yogyakarta) yang ketiga kali. Ini cara kita untuk menyampaikan ilmu kita kepada anak-anak agar ilmu kita sampai kepada mereka,” papar Brian yang berprofesi sebagai Insinyur Kapal.

Menurutnya, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut ke depannya.

“Ketika ditanya cita-citanya, mereka takut untuk mengeluarkan cita-citanya, sehingga mereka harus banyak diberi motivasi. Melalui kegiatan ini mereka semakin tahu profesi-profesi lainnya,” lanjut Brian.

Hal serupa juga dituturkan oleh Maas Syobirin seorang owner dan founder Parfum Mustbe yang memberikan kesan terhadap kegiatan Kelas Inspirasi Yogyakarta.

Baca Juga :  Ingin Kembangkan Usaha Jualan Sayur, Pria Ini Malah Mendekam di Tahanan Polsek Sleman, Ini Kisahnya

“Kesannya bisa bertemu dengan adik-adik luar biasa hebat dengan segala kekurangan dan kelebihan meski dengan keterbatasan mereka tetep semangat belajar,” kata Maas.

Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat mengenalkan berbagai macam profesi kepada para siswa.

“Bagus sekali, karena bisa menyalurkan jiwa sosial kepada masyarakat bisa menyempatkan waktu untuk memberikan pengetahuan tentang cita-cita yang nggak hanya dokter, polisi tapi masih ada banyak profesi lainnya,” imbuhnya.

www.tribunnews.com