JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Setnov Ungkap Daftar 7 Pejabat Penerima Aliran Uang Korupsi E-KTP. Ada Gubernur Hingga Sekretaris Kabinet!

Setya Novanto
Setya Novanto

JAKARTA- Persidangan kasus korupsi megaproyek E-KTP terus bergulir dan menyajikan data-data panas. Seperti sidang yang digelar Kamis(22/3/2018) dengan menghadirkan mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto, juga kembali mengungkap adanya aliran dana ke beberapa nama politisi dan yang kini menjadi pejabat tinggi Negara.

Saat memberi kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Setnov kembali menyebutkan nama kader PDIP Puan Maharani dan Pranomo Anung. Kedua nama itu disebutnya sebagaimana disampaikan pengusaha Made Oka Masagung ketika  berkunjung ke rumahnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Itu untuk Puan Maharani US$500 ribu dan Pramono Anung US$500 ribu,” kata Setya menirukan Made.

Baca Juga :  Surat Nikah dan Perjanjian Cerai Soekarno Dijual: Ini Pengakuan Tito, Cucu Inggit Garnasih, soal Kepemilikan Dokumen dan Alasan Menjualnya

Sebelumnya, Setya juga menyebut beberapa nama penerima uang korupsi. Berikut nama-nama penerima proyek e-KTP menurut Setya Novanto:

  • Puan Maharani US$500 ribu
  • Pramono Anung US$500 ribu
  • Bekas Ketua Komisi II Chairuman Harahap sebesar U$500 ribu
  • Ganjar Pranowo US$500 ribu tapi baru diberi Rp200 ribu
  • Melchias Markus Mekeng US$500 ribu
  • Tamsil Linrung US$500 ribu
  • Olly Dondokambey masing-masing sebesar U$ 500 ribu.

Beberapa pihak yang disebut Setya Novanto membantah menerima uang itu. Bantahan, di antaranya datang dari Pramono Anung, PDIP yang membantah Puan dan Pramono tidak tidak menerima uang itu, Ganjar Pranowo, juga Melchias Markus Mekeng.

Baca Juga :  Dapat Apresiasi Komisi III DPR RI, Ganjar Tegaskan Limbah Perusahaan Jadi Pemicu Pencemaran Sungai

Sekretaris Kabinet Pramono Anung meminta  Setya tidak asal sebut nama orang demi mendapatkan status justice collaborator. “Belum tentu orang yang disebut terlibat,” kata Pram di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018.

Setnov didakwa mengatur untuk meloloskan anggaran proyek E-KTP di DPR pada 2010-2011, saat masih Ketua Fraksi Partai Golkar. Setya disebut menerima imbalan US$7,3 juta, jam tangan merek Richard Mille seharga US$135 ribu.

www.tempo.co