JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Angkasa Pura I Minta Warga yang Masih Tinggal di Daerah Terdampak Bandara NYIA Angkat Kaki

Ilustrasi
Ilustrasi/Tribunnews

JOGJA – PT Angkasa Pura I menyebut sertifikat kepemilikan tanah yang dikantongi warga terdampak pembangunan bandara di Temon tak berlaku lagi karena hak sudah beralih ke negara seiring putusan penitipan ganti rugi pembebasan lahan.

Pemrakarsa pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) itu pun meminta warga yang masih bertahan menolak bandara dan mendiami  lahan cakupan Izin Penetapan Lokasi (IPL) untuk segera angkat kaki.

Baca Juga :  Ini 5 Ruas Jalan Rawan Kecelakaan di DIY yang Perlu Diwaspadai

Project Manager Pembangunan NYIA PT AP I, Sujiastono mengatakan, pengadilan telah menetapkan putusan penitipan ganti kerugian (konsinyasi) atas keseluruhan bidang lahan untuk pembangunan bandara.

Dengan demikian, hak atas tanah tersebut sudah brralih menjadi milik negara dan untuk selanjutnya digunakan untuk pembangunan bandara.

Baca Juga :  Banjir di Gunungkidul, Dua Pelajar dengan Sepeda Motornya Sempat Hanyut Terbawa Arus

Proses pembebasan lahan itu disebutnya juga telah sepengetahuan pihak pengadilan, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta pemerintah daerah.

“Sertifikat warga tersebut sudab tidak berlaku lagi walaupun ada cap garuda. Kalau tidak percaya, silakan warga bertanya kepada pengadilan atau BPN atau pemerintah daerah,” kata Sujiastono, Minggu (22/4/2018).

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com