JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Borong Pete di Pasar Sumberlawang,  Bupati Sragen Minta Semua PNS,  Kepala Dinas dan Camat Belanja ke Pasar Tradisional 

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meresmikan Pasar Sumberlawang, Jumat (6/4/2018). Foto/Wardoyo
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat meresmikan Pasar Sumberlawang, Jumat (6/4/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Dua pasar tradisional yang direvitalisasi Pemerintah Kabupaten Sragen Jumat (6/4/2018) diresmikan pemanfaatannya. Peresmian dilakukan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Wakil Bupati Dedy Endriatno.

Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto beserta sejumlah kepala dinas dan juga Camat. Dalam kesempatan itu diluncurkan gerakkan belanja ke pasar tradisional oleh bupati.

Salah satunya gerakkan yang dilakukan Bupati beserta jajarannya yakni belanja ke pasar seusai peresmian pasar Sumberlawang. Bupati didampingi Wabup belanja sejumlah kebutuhan ruah tangga hingga bumbu dapur.

“Ini tadi belanja bawang merah dan bawang putih, cabai, kerupuk, tempe, mie, kelapa dan kacang, dan makanan kesukaanku, pete,” tutur bupati yang akrab disapa Yuni itu.

Bupati mengajak kepada semua masyarakat dan menekankan kepada aparatur sipil negara (ASN) Sragen agar belanja kebutuhan sehari-hari ke pasar tradisional. Hal ini dipandang penting oleh bupati, untuk pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga :  Kabar Duka, 3 Warga Sragen Kembali Meninggal Dunia Terkait Covid-19 Hari Ini. Dua Orang Berstatus Positif, Satunya Suspek, Total Sudah 62 Warga Meninggal

Dengan gerakkan tersebut diharapkan pasar tradisional dan ekonomi kerakyatan tidak akan mati, kendati digempur mall dan pasar modern.

“Kepala dinas, camat dan masyarakat harus belanja ke pasar. Ini bukan saat ceremoni saja, tapi setiap hari harus belanja. Sehingga ekonomi kerakyatan tidak kalah bersaing dengan mall dan toko modern yang menjamur,” pinta bupati.

Menurut orang nomor satu di Sragen ini, dengan belanja ke pasar tradisional akan merasakan sensasi tersendiri. Ciri khas pasar tradisional yakni tawar menawar.

“Disini seninya pasar tradisional yang tidak mungkin kita dapatkan di pasar modern. Ada tawar-menawar ada interaksi, jadi dodolan kui gak jual beli tok, tapi tanya kabar keluarga juga. Ini tidak mungkin didapat di pasar modern karena kita menghadapi barang yang ada harganya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Geger Karyawan PG Mojo Sragen Ditemukan Tewas di Ranjang Rumah Kontrakannya. Sempat Ikut Ronda Malam, Jasadnya Dievakuasi Petugas Berpakaian APD Lengkap

Sementara,  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Untung Sugihartono menambahkan saat ini Pemkab Sragen sangat berkomitmen terhadap program revitalisasi pasar tradisional. Targetnya memperkuat posisi pasar tradisional di tengah modernisasi zaman.

“Targetnya pasar menjadi bersih, rapi, dan nyaman untuk transaksi jual beli. Yang tak boleh dilupakan adalah aspek keramahan, tegur sapa, antara pedagang dan pembeli,” tuturnya.

Untung menerangkan, tahun 2018 ada empat pasar tradisional yang akan direvitalisasi, yaitu Pasar Ngarum, Pasar Kadipiro, Pasar Pucuk, dan Pasar Sambi serta Pasar Blimbing.

Dari total 47 pasar tradisional di Sragen, memang baru sebagian kecil yang sudah tersentuh program revitalisasi. Secara bertahap pasar-pasar itu akan disasar untuk mendapat anggaran revitalisasi fisik. Wardoyo