JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jembatan Gambiran Sragen Ambles, DPU Dituding Tak Peka. Komisi III Ungkap Kegagalan Jembatan Musuk dan Masaran

Kondisi jembatan Musuk, Sambirejo yang hancur diterjang banjir dua tahun silam hingga kini kembali gagal belum bisa dibangun karena kesalahan penganggaran di APBD 2018. Foto/Dok
Kondisi jembatan Musuk, Sambirejo yang hancur diterjang banjir dua tahun silam hingga kini kembali gagal belum bisa dibangun karena kesalahan penganggaran di APBD 2018. Foto/Dok

SRAGEN- Amblesnya Jembatan Gambiran Sine Sragen di jalur utama yang menghubungkan Sragen-Jatim, disesalkan DPRD Sragen. Anggota Komisi III DPRD Sragen, Muhammad Harris Effendi, menilai amblesnya jembatan di jalur penghubung Jateng-Jatim itu menunjukkan Pemkab utamanya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPU-PR) kecolongan dan tak punya antisipasi dini.

Anggota legislatif dari Fraksi Golkar itu memandang mestinya Dinas PUPR mempunyai data kondisi jembatan dan jalan yang rusak berdasarkan kategorinya. Kemudian dinas tersebut mestinya juga bisa melakukan pemetaan kondisi Jembatan yang berada di wilayah rawan, termasuk Jembatan Gambiran yang sebenarnya selalu dihantam arus sungai yang meluber tiapkali hujan deras.

Ia menilai amblesnya jembatan yang kini sudah tak bisa dilewati itu juga menunjukkan kegagalan Dinas PUPR mendeteksi secara dini potensi kerusakan Jembatan Gambiran tersebut.

“Kami melihat pemkab telah kecolongan. Ini bukti lemahnya database infrastruktur di DPUPR dan tidak pekanya DPUPR terhadap infrastruktur yang ada. Mestinya dinas sudah bisa mendeteksi mana saja jembatan yang kondisinya rawan sehingga segera diantisipasi. Untung saja nggak langsung ambrol sehingga nggak sampai ada korban,” paparnya Kamis (5/4/2018).

Baca Juga :  Paslon Yuni-Suroto Ciptakan Sejarah Baru di Pilkada Sragen. Ajak Masyarakat Antusias Datang ke TPS, Target Raih Suara 80 % 

Menurutnya ketidakpekaan dinas itu juga sudah ditunjukkan dengan kegagalan pembangunan dua jembatan yang sudah bertahun-tahun ambrol yakni Jembatan Bejingan, Masaran dan Jembatan Musuk, Sambirejo. Dua jembatan itu gagal dibangun di 2017 dan terulang kembali gagal dianggarkan di APBD penetapan 2018 lantaran keteledoran DPUR dalam merencanakan penganggaran.

Sementara, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku telah memutuskan ntuk menggunakan dana mendahului anggaran mengingat pentingnya jembatan tersebut. Diharapkan sebelum lebaran, jembatan sudah selesai diperbaiki dan bisa dipakai untuk arus Lebaran.

“Secepatnya proses lelang digelar setelah persetujuan dewan turun. Kalau perlu pakai penunjukan langsung biar segera dikerjakan. Dasar hukum penunjukan langsung telah kami siapkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kabar Baik, Semua Relawan Satgas Covid-19 di Sragen Dapat Insentif Total Rp 2,143 Miliar. Sudah Cair ke Rekening Desa, Bupati Minta Minggu Ini Harus Didistribusikan!

Ditambahkan Yuni, jembatan dengan panjang 12 meter dan lebar 18 meter ini dibangun pada 1980. Maksimal tonase jembatan tersebut sebenarnya hanya 10 ton. Tapi selama ini banyak dlalui kendaraan besar dengan tonase lebih dari 20 ton.

“Makanya nanti diperbaiki dan diperkuat agar bisa dilewati kendaraan besar dengan tonase muatan tinggi,” tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sragen, Marija menambahkan, perbaikan Jembatan Gambiran harus segera dilakukan melihat kondisinya sudah darurat dan dalam beberapa bulan ke depan akan memasuki masa mudik Lebaran.

“Kami upayakan separuh jembatan sudah jadi dulu, terutama sisi selatan yang kerap dilalui kendaraan berat. Kalau yang sisi utara nanti dilanjutkan perbaikannya setelah Lebaran,” tuturnya. Wardoyo