loading...
Loading...
Deretan kios di jalan Diponegoro Sragen yang berencana digusur oleh Pemkab. Sejumlah pedagang sepakat untuk menolak dan akan tetap berjualan jika tidak ada tanggungjawab Pemkab untuk mencarikan lahan relokasi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Kalangan pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan Diponegoro Sragen siap menolak wacana penggusuran yang akan dilakukan Pemkab. Mereka bahkan siap pasang badan jika Pemkab nekat menggusur tanpa ada kejelasan mau direlokasi ke tempat yang lebih layak.

“Kami mau dipindahkan atau mau mbongkar asalkan mendapat lokasi yang baru yang lebih layak dan ramai. Kalau enggak, ya kami nggak akan mau,” papar salah satu tokoh PKL Jalan Diponegoro Sragen, Sumardi (58) ditemui Joglossmarnews.com, Selasa (20/8/2019).

Sumardi yang berjualan makanan siap saji itu mengungkapkan penolakan dilakukan lantaran wacana penggusuran dilayangkan tanpa ada kejelasan bagaimana nasib pedagang sesudahnya. Dalam surat pemberitahuan penggusuran yang beberapa kali dilayangkan DPU-PR, tidak menyebut kemana pedagang akan direlokasi pasca penggusuran.

Baca Juga :  Pengusaha Sukses dan Cantik Ini Putuskan Ikut Bertarung di Pilkades Sragen. Ini Alasannya! 

“Ndak ada penjelasan mau dikemanakan pedgaang setelah dibongkar. Padahal kami rata-rata sudah jualan di sini hampir 10 tahun lebih. Makanya kami akan tetap jualan kalau belum ada kejelasan pemindahan. Seandainya dibongkar paksa, kita juga punya orang backing,” tukas pedagang asal Mageru, Sragen tersebut.

Terkait wacana itu, pedagang memang dilanda keresahan. Meski demikian, pedagang tak ingin larut dalam kegalauan dan tetap akan berjualan sampai ada kejelasan dan tanggungjawab pemerintah jika mau menggusur.

“Oke lah kalau mau dibongkar, tapi pemerintah juga harus tanggungjawab mau memindahkan ke tempat lain yang lebih layak. Kalau hanya mbongkar nggak memikirkan pemindahan, sama.artinya nggak mikir wong cilik,” tukasnya.

Baca Juga :  Geger Pilkades Toyogo Sragen. Seorang Calon Kades Kalap dan Histeris Usai Dibatalkan Mendadak Gara-Gara Salah Jumlah Nilai

Senada, Sumarsih, pedagang makanan di Jalan Diponegoro juga resah setelah menerima kabar dan surat bakal digusur.

Ia yang sudabh 12 tahun mangkal di lokasi itu, juga keberatan jika harus digusur apalagi tanpa ada kejelasan mau direlokasi kemana.

“Pinginnya tetap di sini karena sudah 12 tahun rejeki dan penghasilan juga dari jualan di sini. Tapi kalau misalkan suruh pindah, ya nggak masalah tapi dicarikan tempat ke mana gitu yang baik. Kalau enggak ya kami nggak mau. Karena hidup kami ya dari jualan,” tuturnya.

Baca Juga :  Miriss.. Terlilit Hutang Puluhan Rentenir, Warga Miskin di Miri Sragen Nekat Lego Rumahnya. Tembok Depan Dicoreti Tulisan Sangat Menyentuh 

Pendamping para PKL, Henry Sukoco mengatakan ada sekitar 35 PKL yang mangkal di Jalan Diponegoro dan membentuk paguyuban PKL Mas Karebet. Menurutnya mereka memang mengadu dilanda keresahan setelah berulangkali disurati dari DPU PR untuk segera mengosongkan lapak karena akan digunakan untuk pelebaran jalan.

“Kami akan memperjuangkan mereka. Karena di surat penggusuran itu nggak disertai penjelasan mau direlokasi ke mana. Kalau pemerintah hanya mau nggusur tanpa mencarikan solusi atau lahan baru untuk relokasi, lha tanggungjawabnya di mana,” pungkasnya. Wardoyo

 

Loading...