JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Presiden Jokowi Pantau Gempa Kalibening, Ini Perintahnya

Pengungsi gempa Kalibening di posko. Dok. BNPB
Pengungsi gempa Kalibening di posko. Dok. BNPB

BANJARNEGARA-Kepala BNPB, Willem Rampangilei terus melaporkan perkembangan penanganan dampak gempa yang terjadi di Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah kepada Presiden Jolowi.

Presiden telah memerintahkan BNPB mengkoordinasi potensi pemerintah pusat untuk mendampingi dan membantu Pemkab Banjarnegara agar penanganan dampak gempa dapat diselesaikan dengan cepat dan baik. Korban jiwa agar ditangani dengan baik sedangkan kebutuhan dasar bagi pengungsi dapat tercukupi. Layanan pendidikan darurat disiapkan agar siswa yang mengikuti ujian tetap berjalan dengan baik.

“Untuk perbaikan rumah dan fasilitas umum yang rusak akibat gempa dilakukan segera setelah pendataan selesai dan ditetapkan Bupati Banjarnegara,” kata dia dalam rilis yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (21/4/2018).

Kepala BNPB dan Tim Reaksi Cepat BNPB masih di lokasi bencana untuk mendampingi BPBD Banjarnegara dalam penanganan darurat.
Gempa susulan dengan intensitas kecil masih terjadi beberapa kali. Tidak ada kepanikan masyarakat. Namun masyarakat dihimbau tetap tenang dan waspada. Tidak terpancing pada berita-berita yang tidak benar. Tetap mengikuti perkembangan Posko Lapangan Tanggap Darurat Gempa Bumi Kecamatan Kalibening BPBD Banjarnegara.

Baca Juga :  Jumlah Kematian Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Tembus 10.000, Korban Meninggal Sudah Ada di 34 Provinsi. Ini Peringkat dari Terbanyak

Bupati Banjarnegara telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempabumi di Kecamatan Kalibening selama 7 hari yaitu 18 – 24 April 2018. Dampak gempa 4,4 SR yang terjadi pada 18 April 2018 tercatat dua orang meninggal dunia, 21 orang luka-luka dan diperkirakan 316 rumah rusak yang tersebar di empat desa yaitu Desa Kasinoman, Desa Plorengan, Desa Sidakangen dan Desa Kertosari. Data kerusakan rumah masih dalam pendataan untuk diklasifikasikan dalam rusak berat, sedang dan ringan. Terdapat empat masjid dan satu sekolah rusak.

Jumlah pengungsi terus berubah. Mobilitas pengungsi masih tinggi sehingga menyulitkan pendataan karena banyaknya perpindahan pengungsi dari satu titik ke titik pengungsian yang lain dan pengungsi tidak melapor ke petugas. Jumlah pengungsi yang terdata sementara sebanyak 908 KK, 3.506  jiwa yang tersebar beberapa tempat di Kecamatan Kalibening yaitu : Desa Kasinoman (1.314 KK, 1.293 jiwa), Desa Kertosari (178 KK, 534 jiwa), Desa Plorengan (46 KK, 168 jiwa), Desa Sidakangen (151 KK, 613 jiwa), Kalibening (48 KK, 180 jiwa), Karanganyar (149 KK, 650 jiwa), Majatengah (4 KK, 15 jiwa), dan Kalisat Kidul (1.18 KK, 53 jiwa). Sebanyak 187 jiwa masyarakat telah memeriksakan kesehatannya di 4 Pos Pelayanan Kesehatan. Rata-rata diagnose penyakitnya adalah hipertensi, diare dan psikis.

Baca Juga :  KPU Beri Waktu 14 Hari Bagi Pasangan Calon dalam Pilkada 2020 untuk Berkampanye Via Medsos

“Rencana untuk pembangunan kembali kelayakan tapak tanah rumah sebelumnya dan lahan untuk relokasi menunggu hasil kajian Badan Geologi mengingat daerah Kecamatan Kalibening rawan gempa karena dilalui jalur patahan. Sambil menunggu pembangunan kembali rumah maka direncanakan membangun hunian sementara untuk 445 KK,” terang dia. Aris Arianto