loading...


Tribunnews

BALI  – Sekitar September – Oktober 2017 lalu, Gunung Agung meletus. Kini, gunung tersebut kembali menunjukkan peningkatan aktivitas di tengah statusnya di level III (siaga), Senin (30/4/2018) malam.

Dari data KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Agung, terjadi erupsi sekira pukul 22.45 WITA.

Terpantau dari erupsi tersebut tinggi kolom abu teramati lk. 1500 meter di atas puncak (4.642 m di atas permukaan laut).

Baca Juga :  Usai Sontoloyo, Kini Jokowi Sebut Ada Politikus Genderuwo. Ini Penjelasannya

Tercatat terdapat Amplitudo maximum 23 mm dan lama gempa 172 detik serta angin mengarah ke barat.

“Dengan erupsi malam ini, saya sih ngga terkejut, makanya kita masih tetap di status Level III. Kalau gempa berkurang, aktivitasnya bisa jadi turun, tapi bisa jadi juga karena ada penyumbatan dan akumulasi energi di kedalaman dangkal,” jelas Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana.

Baca Juga :  Miris, Fenomena Grup WA Geng Siswa-Siswi SMP "All Stars". Berisi Ajakan Mesum Hingga Tukar Menukar Video Asusila 

Devy Kamil mengingatkan bahwa erupsi tidak selalu terjadi pada saat gempa jumlahnya paling banyak.

Seperti pada bulan September-Oktober 2017 lalu gempa sampai seribuan per hari tapi erupsi justru terjadi pada saat gempa rendah jumlahnya di bulan November 2017.# Tribunnews

Loading...