Beranda Umum Nasional Jelang Ramadan, Mengereķ Harga Berlebihan itu Bikin Malu Daerahnya

Jelang Ramadan, Mengereķ Harga Berlebihan itu Bikin Malu Daerahnya

36
BAGIKAN
Ilustrasi/Tribunnews

SLAWI – Warning yang dilakukan Pjs Bupati Tegal, Sinoeng N Racmadi kepada para pelaku usaha jelang ramadan 2018 ini mungkin bisa jadi perhatian bagi daerah lain.

Sinoeng berpesan beberapa hal kepada para pelaku usaha. Ia memang tak menampik bahwa bahan kebutuhan pokok akan naik, terlebih jelang memasuki musim mudik lebaran nanti.

Meski demikian, ia ingatkan kepada seluruh pelaku usaha, baik dari pengelola wisata, hotel, dan kuliner untuk tidak berlebihan dalam menaikkan harga jualnya.

Kalo harga naik tidak bisa dipungkiri. Tetapi yang penting, naiknya itu wajar saja. 10 persen.

“Jadi, kalo es teh harganya Rp 3 ribu, naik jadi Rp 5 ribu juga ga apa-apa,” ucap Sinoeng, Senin (14/5/2018).

Ia memperingatkan hal seperti itu karena pihaknya kerap menemukan pelaku usaha yang mempergunakan kesempatan musim mudik untuk menaikkan harga yang tidak wajar.

Sebab bagi Sinoeng, kenaikan harga yang tak lazim justru akan membuat reputasi nama daerah akan ikut tercoreng juga dimata masyarakat, khususnya wisatawan.

Baca Juga :  ACT Yogyakarta Beri Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

“Yang dipertaruhkan juga nama baik daerah, saya tidak mau Kabupaten Tegal viral karena ada beberapa pelaku usaha yang menaikkan harga tak wajar. Misalkan biasanya harga makanan Rp 15.000 ribu, dinaikkan jadi Rp 30 ribu atau bahkan lebih. Itu memalukan menurut saya,” jelasnya. # Tribunnews