loading...
Loading...
Kasie Pidsus Adi Nugraha saat mengecek berkas hasil pemeriksaan. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kasus dugaan penyimpangan proyek pengadaan komputer sistem informasi desa (SID) 196 desa di Sragen,  memasuki babak baru. Sebanyak sembilan dari 10 Kades di Kecamatan Sumberlawang memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk diperiksa lanjutan.

Satu Kades mangkir dari pemeriksaan yakni Kades Hadiluwih,  Wiranto yang sedang menjalani hukuman atas kasus korupsi dana desa.

Sembilan Kades itu diperiksa secara maraton selama dua jam oleh tim khusus yang disiapkan Kejari. Mereka diperiksa sejak pukul 10.00 WIB-12.00 WIB. Mereka dicecar banyak pertanyaan oleh jaksa penyidik.

Baca Juga :  Pilkades Serentak di Sragen, Pemkab Pastikan Tak Ada Calon Tunggal. Lebih Dari 5 Diadakan Seleksi, Berikut Ketentuan Lengkapnya 

“Sudah kita periksa tadi. Ada sembilan Kades yang hadir dan satu Kades yakni Hadiluwih yang tidak bisa hadir. Pertanyaannya banyak, tapi masih seputar proyek pengadaan komputer itu, ” papar Kajari Sragen,  Muh Sumartono melalui Kasie Pidsus,  Adi Nugraha, Kamis (24/5/2018).

Adi menguraikan dari sembilan Kades itu, sebagian mengakui membeli sendiri komputer yang dialokasikan sebesar Rp 20 juta dari dana desa 2017 itu. Namun sebagian mengakui jika komputer dibeli dari rekanan yang sejak awal disebut-sebut bernuansa monopoli itu.

Baca Juga :  2 Utusan Dari Belanda Sambangi PDAM Sragen. Angka Kebocoran Mulai Turun Jadi 31 % 

Soal apakah ada fee atau indikasi ketidaksesuaian spek, Adi mengaku belum menelaah semua jawaban dari para Kades.

Menurutnya setelah 10 Kades di Sumberlawang,  nantinya pemeriksaan akan dilanjutkan dengan memanggil Kades dari kecamatan lain.

“Kecamatan mana dan Kadesnya berapa,  tunggu perkembangannya, ” tukasnya. Wardoyo

Baca Juga :  Korupsi Bantuan Alsintan, Penyidik Kejari Sragen Ungkap Uang Tebusan Rp 30 Juta Untuk Satu Mesin dan Terjadi Lebih Dari Satu. Sebut Bakal Ada Pengembangan! 

 

Loading...