loading...


YK, siswi SD pengidap kecanduan seks. Foto/Tribunnews

JOGLOSEMARNEWS-   Berita mengenai siswi kelas 1 SD di Surabaya berinisial YK yang mengalami kecanduan seks memang sempat membuat heboh dan mengundang keprihatinan publik.

Sejak mencuat dan dilaporkan orangtuanya ke dinas terkait Januari 2018 lalu,  YK langsung nendapatkan penanganan dan pendampingan intensif. Lantas,  bagaimana kondisinya setelah empat bulan?

Berdasarkan penelusuran terkini, saat ini bocah perempuan itu masih menjalani pendampingan intensif. Saat ini YK tengah mendapatkan pendampingan 4 psikologis.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya,  Antiek Sugiharti menuturkan siswi tersebut masih didampingi hingga sekarang.

Baca Juga :  Misteri Tes TKP CAT CPNS Yang Penuh Kemiripan dan Menjebak. Dari 1,7 Juta Peserta CPNS, Hanya 8 % Yang Lolos 

Pendampingan dari psikolog dan psikiater untuk YK dan kedua orangtuanya masih dilakukan.

Begitupun dengan pendampingan untuk ke tiga adik YK masing-masing umur 7 tahun, 4 tahun, dan 1 tahun yang sempat diajari YK seks menyimpang.

“Anak itu masih rutin ke Rumah Sakit Suwandi, untuk ditangani terkait kecanduannya,” kata Antiek Sugiharti seperti dilansir Surya, Senin (20/5/2018).

Tak hanya itu, YK juga terpaksa harus diberikan obat penurunan libido untuk mengurangi aktivitas seks menyimpangnya.

Selain YK, Wali Kota Surabaya,  Tri Rismaharini  juga memerintahkan untuk memberikan pendampingan terhadap 3 adik YK yang selama ini menjadi pelampiasan oleh YK jika sedang dalam puncak libido.

Baca Juga :  Ini Kecanggihan Kartu Nikah Kemenag, Ada QR Scanner dan Terhubung dengan e-KTP

Seperti yang diketahui, YK tak hanya mengeskploitasi seksnya dirinya sendiri, namun juga mengajarkan perilaku menyimpangnya kepada 3 adiknya.

YK sendiri berumur 8 tahun, sedang adiknya berumur 7 tahun, 4 tahun dan yang paling kecil 1 tahun.

“Iya, YK yang sex addict (kecanduan seks) itu saya minta untuk didampingi. Dan ternyata tiga adiknya juga, kan dia empat bersaudara. Saya minta Dinas Kesehatan untuk mendampingi masing-masing dengan psikolog dan psikiater,” kata Risma, saat ditemui di Balai Kota Januari silam.

“Adiknya juga harus ditangani, bahaya itu kalau nggak. Korban pelecehan harus didampingi psikolog. Kalau dia nggak sembuh, dia juga akan menjadi pelaku,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ini 11 Langkah Pencegahan Korupsi di Pemda oleh Kemendagri

www.tribunnews.com

Loading...