loading...

JAKARTA- Mencuatnya keluhan sopir truk di berbagai daerah soal suburnya praktik pungli dan premanisme di jalan,  membuat gerah Wakapolri.  Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Syafruddin pun menegaskan tidak akan segan memecat aparat kepolisian yang melakukan pungli.

Menurut dia, pengemudi truk juga bisa langsung melapor kepadanya.

“Langsung ke saya, saya kasih nomor telepon. Langsung ke Wakapolri, tapi harus benar. Kalau enggak, kita proses juga dia kalau mau nyari-nyari (kesalahan),” ujarnya.

Tak hanya itu,  ia juga meminta para sopir truk berani memvideokan apabila ada polisi yang masih nekat meminta jatah atau mungli di jalan. Menurutnya pungli itu mestinya tak boleh ada lagi mengingat apa yang diberikan negara untuk kesejahteraan aparat dinilai sudah cukup.

Baca Juga :  Pengakuan Blak-blakan Mahasiswa Unair Penyebar Video dan Foto Bugil Sejumlah Mahasiswi. Ada Ribuan Rekaman Bugil, Berikut Petikan Lengkapnya!

“Apa yang diberikan negara sudah cukup, ” kata dia.

Salah satu pengemudi truk sebelumnya mengeluhkan tentang aturan mengenai muatan truk. Para pengemudi truk selama ini tidak mengetahui batas beban muatan yang diangkutnya. Ia menilai bahwa para pengemudi truk selama ini menjadi korban perusahaan, aparat, dan premanisme.

Salah satu pengemudi truk menyebutkan, kalau kendaraan tidak overload makan tidak akan diminta uang oleh petugas Dishub. “Kalau pak polisi biasanya baik-baik sih, ngerti. Tapi kecil lah (yang diminta) Pak Polisi. Kalau Dishub, kalau enggak dikasih, kendaraan ditahan, dikandangin. Kalau polisi (minta) uang rokok,” ujar pengemudi truk tersebut.

Baca Juga :  Penasaran Berapa Kali Presiden Jokowi Ganti Baju Sehari? Ini Jawabannya

Pengemudi truk lainnya juga mengeluh pada Presiden Jokowi tetang masih banyaknya aksi premanisme di sejumlah jalur lintas Sumatera, Jakarta, dan Jawa. Mereka mengungkapkan sejumlah kawasan yang rawan pungli oleh preman, di antaranya di jalur lintasan Jambi-Medan, Aceh-Medan, Medan-Pekanbaru. Menurut pengemudi truk itu, kendaraan mereka akan dibakar jika tidak memberikan uang.

Baca Juga :  Ulatnya Bikin Jijik, Warga Malah Rame-rame Buru Enthung Jati Untuk Dimakan

www.tempo.co


Loading...