JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Prabowo Minta Masyarakat Terima Uang Suap dari Paslon di Pilkada. Sebut Uang Suap Adalah Uang Haram dan Hak Rakyat

Prabowo Subianto. Foto/Tempo.co
Prabowo Subianto. Foto/Tempo.co

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Pendiri Partai Gerindra ini menyarankan warga agar menerima jika ada yang menyuap dengan memberikan sembilan bahan pokok atau uang menjelang pemilihan kepala daerah. Menurut dia, sembako atau uang suap itu pada dasarnya adalah hak rakyat.

Mantan Komandan Pasukan Khusus itu yakin duit yang digunakan untuk menyuap adalah uang haram yang diambil dari hak masyarakat Indonesia.

“Tidak mungkin uang itu uang halal, tidak mungkin, mustahil. Itu pasti berasal dari uang bangsa Indonesia. Karena itu saya anjurkan kalau rakyat dibagi sembako, diberi uang ┬áterima saja karena itu hak rakyat,” kata Prabowo dalam video yang diunggah di akun Facebook resmi miliknya, Kamis (21/6/2018).

Baca Juga :  Putra Sulung dan Menantu Presiden Jokowi Maju Pilkada Serentak 2020, Ini Perbandingan Harta Kekayaan Gibran dan Bobby, Tajir Siapa?

Ia dan partainya tidak bisa menyuap pemilih dengan uang dan sembako lantaran tak mampu. Prabowo mempertanyakan asal muasal uang atau bahan makanan itu kepada pihak-pihak yang dianggapnya kerap menyogok warga.

Namun, meski menganjurkan untuk menerima pemberian itu, Prabowo meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dalam memilih kandidat.

“Pada saat menentukan pilihan, di depan tempat pemilihan, gunakan hati nuranimu, pilih sesuai hati dan pikiran.” kata dia.

Baca Juga :  Arab Saudi Segera Buka Pintu untuk Ibadah Umroh, Kemenag Tunggu Rilis Daftar Negara yang Boleh Berangkatkan Jemaah

Prabowo mengimbau kepada para kadernya untuk percaya kepada kemampuan sendiri, berdiri dengan kaki sendiri, dan tidak gampang menyerah.

Selain itu, Prabowo Subianto juha menyampaikan Gerindra butuh donasi dari masyarakat untuk membantu ongkos politik selama menghadapi pemilihan kepala daerah serentak 2018. Ia mengumumkan penggalangan dana dari masyarakat umum yang akan digunakan untuk biaya saksi saat pemungutan suara berlangsung.

“Kami butuh bantuan. Bantuan biaya untuk membiayai gerakan aktivitas para kader kami yang keliling ke desa, kami butuh biaya untuk biaya makan saksi kami pada hari pencoblosan”.

www.tempo.co