loading...

Tribunnews

MALAYSIA – Ini adalah contoh pemimpin yang memiliki empati terhadap rakyat dan negaranya. Contoh ini datang dari negara tetangga, Malaysia. Seperti diketahui, pemerintahan baru Malaysia di bawah kepemimpinan Mahathir Mohamad dihadapkan dengan utang negara yang cukup besar.

Total, Malaysia memiliki hutang sebesar 1 triliun ringgit atau Rp 3.500 triliun. embengkaknya jumlah hutang tersebut membuat pemerintah Malaysia harus memutar otak untuk bisa melunasinya.

Tak hanya PM Malaysia saja yang berusaha mencari solusi mengatasi hutang negara ini, Kepala Negara Malaysia, Sultan Muhammad V juga prihatin atas besarnya utang ini. Untuk meringankan beban pemerintah, diapun meminta agar gaji dan tunjangannya dipotong 10 persen hingga masa jabatannya berakhir pada 2022.

Bendahara istana, Wan Ahmad Dahlan Ab Aziz, Selasa (12/6/2018),menyampaikan keinginan Sultan Muhammad V ini.

“Beliau amat tersentuh dan mengucapkan terima kasih kepada rakyat Malaysia yang secara sukarela berkontribusi untuk Tabung Harapan Malaysia,” kata Wan Ahmad.

Tabung Harapan Malaysia adalah penggalangan dana masyarakat yang dirancang pemerintah untuk membantu mengurangi utang negara.

Loading...

Wan Ahmad menambahkan, Sultan Muhammad V juga menerbitkan dekrit bahwa Istana Raja tidak akan menggelar open house pada hari raya Idul Fitri mendatang. Keputusan itu diambil agar anggaran open house bisa digunakan untuk hal yang lebih mendesak misalnya membantu rakyat yang kekurangan.

Namun, Wan Ahman tidak menjelaskan jumlah gaji dan tunjangan Sultan Muhammad V yang seluruhnya ditanggung pemerintah federal. Bulan lalu, PM Mahathir Mohamad mengatakan, Malaysia kini memiliki utang lebih dari 1 triliun ringgit atau sekitar Rp 3.500 triliun.

Mahathir menuding, membengkaknya utang nasional itu akibat kesalahan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Najib Razak.

Pada 23 Mei lalu, Mahathir mengumumkan, pemerintah akan memangkas gaji para menteri sebanyak 10 persen untuk mengurangi beban keuangan negara.

“Keputusan ini menunjukkan bahwa kami amat memerhatikan masalah keuangan negara,” ujar Mahathir saat mengumumkan pemotongan gaji itu.

Di Malaysia, sembilan keluarga kerajaan secara bergantian setiap lima tahun sekali menduduki jabatan Yang Dipertuan Agong atau Raja Malaysia. 

www.tribunnews.com

Loading...