loading...

Ilustrasi/Tribunnews

KENDAL – Dalam waktu kurang dari 30 hari, nama kabupaten Kendal dua kali tercatut dalam kasus terorisme.

Bulan Mei lalu seorang alumni pondok pesantren di Kendal terlibat dalam upaya penusukan anggota mako brimob kelapa dua.
Dan Pada Senin (4/6/2018) kemarin, seorang warga desa nawangsari ditangkap densu 88 karena diduga terlibat dalam jaringan teroris.

Menyaksikan wilayah yang dipimpinnya menjadi wilyah yang subur akan gerakan terorisme, Bupati Kendal, Mirna Annisa meminta agar para warga untuk membangun komunikasi yang baik dengan warga lainnya.

“Saya Prihatin dan Kaget bahwa kendal menjadi peringkat nomor satu di jawa tengah sebagai kabupaten yang masyarakatnya paling terindikasi terlibat dalam terorisme, saya minta agar para warga untuk meningkatkan kepekaan terhadap warga lainnya” ujarnya, Kamis (7/6/2018)

Tak hanya itu, ia pun meminta warganya untuk saling terbuka dengan warga lainnya dan tidak menutup diri dengan pergaulan masyarakat lain.

Selain itu pemkab kendal pun berupaya melakukan kontrol tehadap masyarakat dengan menggalakan poskamling pintar. Dalam poskampling pintar ini bertujuan untuk melaporkan dan memantau warga yang pindah maupun menginap secara cepat kepada pihak forkompicam.

Loading...

“Alatnya sudah disiapkan akan direalisasi pada tahun 2019. Nanti ini akan menyimpan data warga yang menginap maupun warga baru yang masuk,” terangnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi ancaman terorisme dalam arus mudik 2018, Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono mengatakan pihaknya akan menerjunkan personel penembak jitu di berbagai lokasi yang diperkirakan rawan.

“Saya akan terjunkan personel penempak jitu di berbagai lokasi dan personel yang dipersenjatai lengkap,” paparnya.

Ia pun menghimbau agar tidak semua pemudik melintasi jalan tol, karena masih ada jalan pantura yang menjadi satu jalur utama untuk mudik. # Tribunnews

Loading...