loading...


Tanah retak di dasar Waduk Gajah Mungkur

WONOGIRI-Dari tahun ke tahun jumlah desa terdampak kekeringan di wilayah Wonogiri semakin menurun dari tahun ke tahun.

Data yang berhasil dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, terjadi penurunan jumlah desa terdampak bencana kekeringan. Pada 2015 lalu terdapat 39 desa di delapan kecamatan yang terdampak kekeringan, pada 2017 terdapat 37 desa di delapan kecamatan.

“Sedangkan pada 2018 terdapat 31 desa di tujuh kecamatan. Pada 2016 lalu tidak ada yang terdampak kekeringan karena tidak ada kemarau,” kata Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Bambang Haryanto, Jumat (13/7/2018).

Baca Juga :  Ternyata Ini Caranya Berkampanye Edukatif Dalam Pemilu 2019. Identik Dengan Kampanye Cerdas

Dia mengungkapkan, desa dan kecamatan yang masih merasakan dampak kekeringan di Wonogiri tahun ini, antara lain enam desa di Kecamatan Pracimantoro, sembilan desa di Kecamatan Paranggupito, lima desa di Kecamatan Giritontro, tiga desa di Kecamatan Giriwoyo, tiga desa di Kecamatan Nguntoronadi, empat desa di Kecamatan Eromoko, dan dua desa di Kecamatan Manyaran. Kecamatan Selogiri tahun lalu masih ada yang terdampak kekeringan. Tapi tahun ini sudah tidak terdampak lagi.

Baca Juga :  Motor Plat Merah Terlibat Kecelakaan di Tare Kerjo Lor Ngadirojo. Di Tikungan Tabrakan Dengan Toyota Avanza Plat H

Dia mengatakan, Pemkab kini berupaya mengatasi masalah kekeringan secara permanen. Antara lain dengan memaksimalkan sumber air dan membangun jaringan perpipaan.

Selain itu, pemerintah juga menggelontorkan dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi embung. Upaya itu mampu memberikan efek positif karena daya tampung embung lebih maksimal guna menyediakan cadangan air bersih bagi masyarakat sekitar.

Di sisi lain, masih ada beberapa desa terdampak yang mengajukan bantuan air bersih melalui truk-truk tangki. Aris Arianto

Loading...