JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Anggaran Jampersal Wonogiri Rp 1,05 M Tak Terserap. Gara-gara Ibu Hamil Emoh Mondok di RTK

Bupati Joko Sutopo berbincang dengan salah satu pasien RSUD SMS Wonogiri
Bupati Joko Sutopo berbincang dengan salah satu pasien RSUD SMS Wonogiri

WONOGIRI-Anggaran untuk Jaminan Persalinan (Jampersal) di Wonogiri tahun lalu tidak terserap. Penyebabnya adalah kultur budaya masyarakat Wonogiri yang masih kuat.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengakui ada dana Jampersal Rp 1,05 miliar lebih pada 2017. Sayangnya anggaran tersebut sama sekali tidak terserap.

Salah satu persyaratan tidak bisa dipenuhi ibu jamil yang ingin menikmati dana jampersal itu. Syarat tersebut adalah calon pasien atau ibu-ibu yang akan bersalin harus tinggal terlebih dulu di Rumah Tunggu Kelahiran (RTK).

Baca Juga :  Tak Hanya Siang, Razia Masker di Kecamatan Nguntoronadi dan Purwantoro Wonogiri Digelar Malam Hari

“Kultur budaya Wonogiri sangat kuat. Ibu hamil lebih nyaman saat tinggal di rumah sendiri atau di rumah orang tua atau mertua. Jadi mereka tidak mau tinggal di RTK,” ungkap Bupati yang di depan sidang paripurna DPRD Wonogiri, Jumat (6/7/2018).

Disebutkan Bupati Wonogiri, warga khususnya kaum ibu yang akan melahirkan enggan masuk RTK. Karena kondisi rumah tinggal mereka banyak yang lebih layak atau bagus ketimbang kondisi RTK.

Baca Juga :  Benarkah Ada Potensi Tsunami di Pantai Paranggupito Wonogiri? Simak Penjelasan Berikut ini Lur

“Makanya menjadi tugas kita bersama bagaimana sosialisasi terkait program RTK bisa diterima masyarakat sehingga dana Jampersal bisa terserap dengan baik,” tegas Bupati.

Bupati mengakui dari 25 wilayah kecamatan di Kabupaten Wonogiri baru ada tiga unit RTK. Itupun dengan fasilitas yang kurang memadai. Aris Arianto