JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Dalam Tiga Jam, Muara Teweh Disambar Petir Hingga 5.864 Kali

petir. Pexels
Ilustrasi/Tempo.co

MUARA TEWEH –  Hujan yang terjadi  Muara Teweh di Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah Kamis (26/7/2018), sebenarnya tidak lebat-lebat amat.  Meski demikian,  hanya dalam rentang tiga jam, dari pukul 01.05 hingga 04.10 WIB kawasan tersebut disambar petir hingga 5.854 kali. Demikian menurut catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.

“Puncak sambaran petir terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.53 WIB hanya sekitar dua kali sambaran petir,” kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Barito Utara Juli Budi Kisworo melalui Kepala Kelompok Teknisi BMKG, Sunardi di Muara Teweh, Kamis, 26 Juli 2018.

Laporan itu berdasarkan rekaman alat deteksi sambaran petir (Lightning Detector) yang dimiliki BMKG Muara Teweh saat terjadi hujan dengan intesitas ringan dan angin sedang pada Kamis dinihari.

“Hujannya hanya 9,2 milimeter atau intensitas ringan, namun angin terbanyak ke arah timur, tidak kencang hanya sekitar tujuh kilometer per jam, namun petirnya yang kuat,” katanya.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Proyek Jembatan di Kampar, KPK Tahan 2 Tersangka

“Puncak sambaran petir berada di kawasan timur laut, yakni di wilayah Kecamatan Teweh Baru. Kami belum menerima laporan apakah rentetan sambaran petir yang terjadi pada Kamis dini hari itu berdampak merusak atau tidak,” jelas dia.

Sambaran petir ini, katanya, bisa saja terjadi pada waktu yang sama di daerah terdekat dalam radius 80 kilometer sesuai daya jangkau alat pendeteksi petir di BMKG Muara Teweh yang meliputi wilayah Kabupaten Murung Raya, Barito Timur, Barito Selatan, serta sebagian Selatan wilayah Kalimantan Timur.

“Namun pada puncak sambaran petir itu pusatnya memang terjadi di wilayah luar kota Muara Teweh,” tegas dia.

Baca Juga :  Pasien Covid-19 Membeludak, DKI Gandeng 26 RS Swasta

Alat pendeteksi sambaran petir di Pulau Kalimantan hanya berada di wilayah Kalteng yang mulai dioperasikan pihaknya sejak Agustus 2006 bersama kota lainnya seperti Palangka Raya dan Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kabupaten Barito Utara yang berada di pedalaman Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito ini merupakan kabupaten di tengah-tengah Pulau Kalimantan sebagai kawasan lintasan angin dan pusat pertemuan awan serta berada di wilayah lintasan garis Khatulistiwa.

“Dasar pertimbangan itulah Kabupaten Barito Utara dilengkapi alat pendeteksi sambaran petir karena potensi petir sangat besar terjadi di daerah ini,” kata Sunardi.

Meski hujan ringan, namun cukup membantu terhadap pemadaman kebakaran yang melanda kawasan Pasar Pendopo Muara Teweh yang terjadi pada Rabu malam sekitar 20.30 WIB yang menghanguskan ratusan kios milik pedagang dari bermacam dagangan.

www.tempo.co