JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pemilihan Petugas Pendamping Haji Dituding Karena Kedekatan, Bupati Sragen Mengaku Gerah  

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wabup Dedy Endriyatno saat memberikan salaman pamitan kepada jemaah calon haji Sragen di pendapa Rumdin Bupati Selasa (24/7/2018). Foto/Wardoyo
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wabup Dedy Endriyatno saat memberikan salaman pamitan kepada jemaah calon haji Sragen di pendapa Rumdin Bupati Selasa (24/7/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan bahwa pemilihan petugas pendamping jemaah calon haji dilakukan terbuka dan melalui seleksi. Pernyataan itu disampaikan menyusul rumor dan banyaknya pertanyaan warga soal petugas pendamping haji yang dipilih berdasarkan kedekatan dengan penguasa.

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam menghadiri pamitan jemaah calon haji di Pendapa Rumdin Bupati Sragen, Selasa (24/7/2018). Di hadapan ratusan calhaj Sragen,  orang nomor satu di Pemkab Sragen itu menyampaikan soal keterbukaan rekruitmen Tim Kesehatan Haji Daerah/Tim Pemandu Haji Daerah(TKHD/TPHD).

Baca Juga :  Bunuh Diri Terjun dari Jembatan, Jenazah Penjual Pentol Goreng asal Tangen Sragen Yang Sempat Hilang 2 Malam Akhirnya Ditemukan Pagi Tadi. Ditemukan Jarak 1,5 KM dari Jembatan Sapen

Bupati menjelaskan selama ini masyarakat mempertanyakan penunjukkan TKHD/TPHD karena adanya unsur kedekatan. Menurutnya seleksi petugas haji dilakukan terbuka, dan yang lolos sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

“Minggu lalu saya dapat masukan dari warga, tentang transparansi memilih petugas haji. Saya sampaikan seleksi terbuka masyarakat boleh ikut. Yang lolos ini telah lolos seleksi dengan kemampuanya. Suapaya Amanah yang diberikan, kalau urusan haji kong-kalikong bagaimana kedepanya,” paparnya.

Sementara itu, dalam pamitan jemaah haji Bupati Sragen menyerahkan obat-obatan dan vitamin bekal untuk jemaah haji di tanah suci. Menurut bupati pemberian obat ini sebagai antisipasi karena kasus sebelumnya banyak jemaah kesulitan mencari obat saat mengalami Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Baca Juga :  Bukan 50 % Plus 1 Dari Jumlah Warga Yang Hadir, Ternyata Ini Syarat Menang Bagi Paslon di Pilkada Tunggal atau Lawan Kotak Kosong. Simak Ketentuan Surat Suara dan Hitungan Menangnya!

Bupati juga meminta jemaah untuk menjaga kesehatan dan pola makan. Serta meminta agar jemaah selalu menjaga budaya dan saling membantu terhadap sesamanya jemaah. Total Calhaj Sragen yang akan berangkat ke tanah suci sebanyak 886 orang. Wardoyo