JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Selama Asian Games, Warga Jakarta Diminta Gunakan Transportasi Umum, Ini Masalahnya

Ilustrasi

JAKARTA – Selama Asian Games 2018 berlangsung, masyarakat yang tinggal di DKI Jakarta diminta untuk menggunakan transportasi umum, dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Kebijakan itu dikeluarkan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi tingkat polusi udara, khususnya selama perhelatan itu berlangsung.

Pasalnya, rendahnya kualitas udara DKI Jakarta menjadi salah satu sorotan menjelang Asian Games 2018.  Hal ini diakui Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno dalam acara ngobrol @tempo di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (26/7/2018).

Sandiaga mengatakan, sebelum datang ke acara diskusi tersebut, ia sempat melakukan aktivitas lari sekitar 10 kilometer sekaligus memantau persiapan Asian Games di wilayah Sudirman, Thamrin, dan Harmoni. Aktivitas luar ruang di Jakarta seperti itu sudah rutin ia lakukan dalam sembilan bulan terakhir. Meskipun merasa masih sehat, ia tetap menyebut kualitas udara di Jakarta termasuk buruk.

Dengan kondisi kualitas udara seperti itu muncul kekhawatiran bahwa hal itu akan berdampak ke pergelaran Asian Games terutama lomba-lomba yang akan diselenggarakan secara outdoor. Ada beberapa cabang olahraga yang terdampak langsung oleh kondisi udara karena bertanding di ruang terbuka, seperti atletik, maraton, berkuda, baseball, dan lainnya.

Baca Juga :  Setelah 19 Hari Dirawat Karena Covid-19, Ratu Dangdut Elvy Sukaesih Diperbolehkan Pulang, Masih Isolasi Mandiri

Dalam ngobrol @tempo itu, Sandi mengungkapkan beberapa solusi kebijakan yang ingin atau sudah diterapkannya untuk mengatasi permasalahan udara di Jakarta. Salah satunya ia menyebut perluasan ganjil-genap yang akan menjadi upaya untuk mengurangi polusi dan memperbaiki kualitas udara DKI Jakarta. Selain itu ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Sandi menilai penggunaan transportasi umum berbanding lurus dengan menurunnya polusi di Jakarta.

Sementara terkait fasilitas transportasi massal LRT, Sandiaga Uno mengatakan saat ini masih dalam tahap akhir dalam persiapan. “Untuk LRT kita akan tunggu sampai Agustus nanti,” jawab Sandi ketika ditanya kapan kereta cepat itu beroperasi.

Selain LRT, DKI juga mempersiapkan alternatif transportasi umum lain seperti shuttle bus terutama untuk ke venue-venue Asian Games. Untuk transportasi berbasis online, Sandiaga masih menunggu pihak yang bisa diajak bekerja sama.

“Untuk shelter kita sekarang lagi lakukan koordinasi dengan pemegang gedung baik dari DKI dan swasta, karena kita tidak ingin tempat yang bersinggungan dengan Asian Games ini dipenuhi oleh para pengemudi transportasi online karena itu menghambat kinerja lalu lintas dan dari segi estetika kota, sangat berpengaruh negatif,” kata dia.

Baca Juga :  Dua Pertiga Pengurus Wilayah dan Cabang Setuju, PBNU Putuskan Muktamar Ke-34 Diundur hingga Akhir Tahun 2021

Selain polusi dari kendaraan, salah satu penyumbang polusi Sandi akui berasal dari pabrik, apalagi beberapa pabrik yang ada di sekitar Jakarta. Namun, ia menyebutkan itu ranahnya pemerintah pusat sehingga ia tidak bisa langsung mengambil keputusan.

Sejauh ini, kata dia, upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menekan buruknya kualitas udara di ibukota ialah melalui rekayasa lalu lintas. Ia mengklaim kebijakannya itu sudah cukup optimal. “Kalau dari kinerja lalu lintas itu sudah meningkat hingga 26 persen, saya yakin kalau kita sosialisasikan lagi kita akan mencapai peningkatan kinerja lalu lintas sampai 30 persen,” ujar Sandi.

Beberapa kebijakan lainnya, kata Sandiaga, akan diumumkan selambat-lambatnya 10 hari menjelang Asian Games 2018.

www.tempo.co