loading...


Salah satu spot selfie kapal dari bambu yang menjorok ke waduk kedung ombo di Boyolayar. Foto/Istimewa

SRAGEN- Waduk Kedung Ombo (WKO) ternyata tak hanya menyimpan potensi perikanan dan obyek wisata air saja. Belakangan, kreativitas remaja utamanya di Boyolayar, Ngargosari, Sumberlawang telah menghadirkan obyek wisata kekinian berupa spot selfie.

Spot selfie itu dirintis oleh Karang Taruna Tunas Muda di Dukuh Boyolayar RT. 026 dan RT. 027, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang. Memanfaatkan lahan kawasan yang ada di sabuk hijau Waduk Kedung Ombo (WKO) dan lahan pribadi warga masyarakat yang sudah disepakati, Ketua Karang Taruna Tunas Muda, Sajimin dan Harwito Ketua RT 27 bersama masyarakat menggagas wisata alam dengan memanfaatkan potensi wilayah yang ada di pinggiran Waduk Kedung Ombo (WKO).

“Sekitar 2 (dua) bulan yang lalu sudah dimulai gotong royong antara pemuda dan masyarakat mulai dari membersihkan semak-semak dan tumbuhan liar, dan mencari bahan-bahan yang akan digunakan seperti batu, alang-alang, sumpring, bambu, kayu, dan rantai malaikat yang didapat dari tegalan warga dan sekitaran wilayah hutan Boyolayar,” papar Harwito.

Konsep yang akan diusung selain tempat foto selfi adalah wisata alam, wahana anak-anak dan perkemahan dengan memanfaatkan tanah dari warga masyarakat. Menurutnua awal kreativitas itu muncul karena para pengunjung bingung untuk berwisata di Waduk Kedung Ombo (WKO).

Baca Juga :  Komplotan Maling Bobol SD Pengkol 2 Sragen. Jebol Jendela, Gasak Komputer dan Proyektor Senilai Belasan Juta 

“Nah kalo sekarang sudah ada obyek unggulan selfi, dari wilayah Waduk Kedung Ombo (WKO) yang ada di Sragen, Boyolali dan Grobogan belum ada tempat selfi. Awalnya hanya membuat tempat nongkrong anak muda dan membuat lokasi foto selfi dan ada fasilitas perahu layar untuk keliling WKO yang berkapasitas 20-25 orang, tarif Rp10.000/orang” ungkap Mbah Ji sapaan akrab Ketua Karang Taruna Tunas Muda.

Pengelolaan obyek spot selfie itu dari swadaya dari karang taruna dan masyarakat.

Begitu sampai di obyek wisata spot selfie.kita akan disambut papan nama dari kayu yang bertuliskan “SUGENG RAWUH – WISATA ALAM – BUMI PERKEMAHAN – SUKOWATI – PANEMBAHAN – KEDUNG OMBO BOYOLAYAR – TUNAS MUDA 26/27”. Nuansa alam terasa saat kita masuk, jalanan yang sudah tertata rapi dengan bebatuan. Beberapa di hiasi dengan rantai malaikat dan jika dilihat mayoritas bahan dasarnya terbuat dari batu, bambu, alang-alang, dan kayu.

Untuk masuk tempat tersebut tidak dipungut biaya tertentu hanya saja disitu tersedia kotak untuk diisi seikhlasnya. Hasil dari kotak tersebut dipergunakan untuk membeli bahan, alat, dan untuk perawatan. Beberapa bahan yang dibeli antara lain ban mobil bekas yang dipergunakan sebagai penahan tanah yang miring dan juga dimanfaatkan sebagai pot bunga untuk mempercantik taman.

Baca Juga :  Aksi Kakek Supeltas Berusia 70 Tahun Ini Bikin Kasatlantas Sragen Langsung Tertunduk. Apa Kehebatannya?

Top selfinya yaitu perahu layar yang dibuat dengan rangkaian bambu yang diletakkan menjorok ke bibir waduk, di cat dengan warna yang menarik. Dari tempat tersebut bisa menikmati panorama keindahan alam Waduk Kedung Ombo (WKO), apalagi saat matahari akan terbenam semakin tampak keindahan siluet yang menyatu dengan alam.

Top selfi selanjutnya rumah pohon yang memanfaatkan pohon akasia dibuat diketinggian 4 meter dan diberi papan sebagai tempat pijakan untuk melihat panorama waduk dan perbukitan disekitarnya.

Ada juga yang berbentuk “lope-lope” begitu mbah Ji menyebutnya, lope-lope tempat untuk duduk-duduk dari rangkaian bambu yang berbentuk daun cinta. Dan juga rangkaian dari kayu jati yang berbentuk daun cinta bisa dibuat bingkai berfoto bersama.

Ada lagi yang unik yaitu spot foto berbentuk tempat ayam bertelur. Spot ini bisa buat foto rame-rame yang dibuat dari daun alang-alang yang sudah kering. Dan diujung ada gazebo yang terbuat dari bambu dengan atap dari daun alang-alang, bisa untuk tempat beristirahat dan juga untuk spot selfi.

Baca Juga :  Komplotan Pencuri Nekat Preteli Monitor dan Alat Backhoe di Masaran Sragen. Kerugian Rp 50 Juta 

Mbah Ji juga merencanakan tempat itu menjadi wisata alam buatan yang sekaligus sebagai sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Dukuh Boyolayar. Dengan adanya pergerakan perekonomian warga sekitar sebagai imbas perkembangan wilayah mereka.

Harwito berharap wisata alam Boyolayar bisa menjadi ikon Sumberlawang khususnya dan Sragen pada umumnya. Meski berada di daerah yang sangat jauh dari Ibu Kota kabupaten, semangat anak muda disana sangat luar biasa dan mereka ingin terus menggali potensi alam diwilayahnya.

“Spot selfi di Boyolayar 26/27 akan menjadi cikal bakal tujuan wisata yang akan terus dikembangkan ,” pungkasnya. Wardoyo

Loading...