JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tragis, Rumah Nenek Miskin di Tanon Sragen Mendadak Ambruk Karena Lapuk. Begini Kondisi Pemilik Rumah..

Ilustrasi rumah ambruk
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Tim Polsek Tanon saat mengecek rumah ambruk di Karangtalun, Senin (9/7/2018) petang. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Nasib tragis menimpa Mbah Darmi (75). Nenek yang tinggal sebatang kara itu harus meratap setelah kehilangan tempat tinggalnya, Senin (9/7/2018).

Rumahnya yang bertahun-tahun ditinggali di Dukuh Grigut RT 18, Desa Karangtalun, Tanon mendadak ambruk total. Beruntung, korban berhasil selamat dari reruntuhan.

Informasi yang dihimpun di lapangan, insiden rumah roboh itu terjadi pukul 15.00 WIB. Tidak ada angin maupun hujan.

Saat itu,  mendadak korban dikejutkan dengan suara kretek-kretek diiringi dengan robohnya rumah berukuran 8 x 12 meter tersebut.

Baca Juga :  Bertahun-tahun Dirindukan, Jalan Kampung di Desa Terpencil Sragen Ini Akhirnya Selesai Dibangun dari Program TMMD TNI. Dandim Berharap Bisa Dimanfaatkan Warga!

Konstruksi rumah yang sudah lapuk dari kayu dan bambu diduga menjadi pemicu rumah tak lagi kuat bertahan.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Tanon,  AKP Heru Budiarto menyampaikan sesaat setelah kejadian,  pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP.  Dari hasil pengecekan, ia memastikan kondisi nenek pemilik rumah selamat tanpa ada luka.

“Rumah ambruk diduga karena kondisinya yang sudah lapuk. Tidak ada korban jiwa tapi kerugian materiil mencapai Rp 5 juta, ” papar Kapolsek.

Baca Juga :  Merdeka Banget, 2 Nenek di Sragen Ini Curi Perhatian Saat Asyik Ngobrol Berdua di Sawah Sampai Tak Sadar Ada Pejabat Penting di Hadapannya. Simak Jawaban-Jawaban Polosnya Soal Corona dan Pilkada!

Atas kejadiam itu,  Kapolsek menghimbau kepada warga apabila kedapatan rumah kayu yang sudah rapuh agar segera dibetulkan. Seban jika dibiarkan akan sangat rawan mendadak roboh dan kerugiannya justru lebih besar.

Sementara terkait kejadian itu, pihaknya segera berkoordinasi dengan Pemdes dan perangkat desa untuk bergotong royong mengevakuasi puing reruntuhan rumah dan segera diperbaiki. Wardoyo