loading...


Ilustrasi/Tribunnews

JAKARTA –  Di bawah kepemimpinan Budi Waseso, Perum Bulog membuat gebrakan baru. Terobosan tersebut adalah menjalankan bisnis beras dalam kemasan mini alias saset.

Menurut rencananya, bisnis baru tersebut akan diluncurkan mulai September 2018 mendatang.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog Imam Subowo mengatakan, sebenarnya saat ini Bulog sudah menjual beras saset secara komersial ke toko-toko dan warung.

Namun, jumlah beras yang dijual masih kecil atau sekitar 55 ton. Itupun hanya berupa pengenalan beras saset kepada masyarakat.

Baca Juga :  Jack Ma Institute of Entrepreneurs Segera Didirikan di Indonesia , Apa Saja Materi Pelatihan di Jack Ma Institute?

“Penjualannya paling besar ke Jawa Barat sekitar 11 ton. Ada ke Jawa Timur, Jawa Tengah, ada juga Sulawesi Selatan,” ujar Imam, Senin (9/7/2018).

Meski sudah membeberkan kapan beras saset ini akan dipasarkan secara luas, tetapi Imam masih enggan menyebutkan berapa banyak beras saset yang akan diproduksi.

Dia mengatakan, pihaknya masih menargetkan produk baru Bulog ini ketahui masyarakat terlebih dahulu.

“Saya mau pasar tahu lebih dulu, bukan jumlahnya. Jadi saya lihat dulu, idealnya berapa? Apakah 200 gram atau apa ada permintaan ke 300 gram. Kita lihat dulu,” tambah Imam.

Baca Juga :  Densus 88 Ciduk 2 Terduga Teroris dan Amankan Bahan Peledak

Sejauh ini, Imam mengklaim masyarakat menerima beras saset ini secara positif. Bahkan, Bulog sedang menjajaki kerjasama dengan ritel modern. Imam berharap, beras saset ini dapat tersedia di mana-mana.

Imam mengakui, biaya untuk menghasilkan beras saset ini jauh lebih mahal dari beras kemasan lain, lantaran kemasannya yang lebih kecil. Namun, Imam memastikan pembuatan beras saset ini tidak merugikan Perum Bulog. 

Baca Juga :  Konsumen Terus Menurun, Jokowi Disarankan Tak Takut Naikkan Harga Premium

www.tribunnews.com

Loading...