loading...
Tempo.co

JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mempertanyakan adanya properti replika pedang dan pakaian bercadar dengan jumlah banyak yang dimiliki sekolah TK Kartika V Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Pakaian dan atribut tersebut dipakai oleh murid TK Kartika dalam pawai kemerdekaan pada Sabtu (18/8/2018).

“Kok bisa sekolah menyediakan seragam cadar dalam jumlah banyak,” ujar Susanto, Ketua KPAI, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/8/2018).

KPAI, kata Sutanto, akan menjadwalkan pemanggilan terhadap pihak sekolah TK Kartika, lantaran penggunaan atribut pedang dan senjata dalam pawai kemerdekaan. Seharusnya, kata dia, kegiatan tujuh belasan tersebut diwarnai nilai-nilai budaya daerah Indonesia.

Baca Juga :  30 Ucapan Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020, untuk Status Medsos dan bisa Dikirim via WhatsApp

Sutanto menambahkan, KPAI mengimbau pihak sekolah, terutama guru, agar tidak menggunakan simbol-simbol yang mengandung paham radikal dalam proses pembelajaran.

Selain itu, kata Sutanto, KPAI meminta Kementerian Agama Kota Probolinggo melakukan pembinaan kepada sekolah-sekolah tentang ajaran Islam dan agar tidak ditafsirkan dengan kekerasan atau radikal.

Baca Juga :  ICW: Vonis Ringan Kader PDIP Karena Tuntutan KPK Tidak Maksimal

Kepala Sekolah TK Kartika V, Hartati, mengatakan penampilan anak-anak dari sekolahnya dalam pawai tersebut hanya memanfaatkan properti yang ada di sekolah. “Saya tidak pernah berpikir apa-apa dan tidak mempunyai tujuan apa-apa. Ini hanya memanfaatkan properti dan alat-alat yang ada, sebagian memang sudah ada di sekolah,” ujarnya.

www.tempo.co