loading...
Ilustrasi/Tribunnews

BANTUL – Bagi yang ngebet menikmati wisata malam di Parangtritis, bakalan tal kesulitan lagi. Pasalnya, kawasan tersebut akan lebih hidup dengan dibukanya wisata malam di sana.

September mendatang, Pemkab Bantul melalui Dinas Pariwisata akan mulai melakukan uji coba wisata malam di pantai Parangtritis.

Wisata malam itu dikemas dalam bentuk dua kegiatan, yakni Lenterne Festival De Paris yang akan digelar 15 September dan Festival Parangtritis, pada 27-29 September 2018.

“Dua kegiatan ini bagian daripada menghidupkan wisata di pantai selatan, terutama pantai Parangtritis. Termasuk menguji coba wisata malam di Bantul,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, saat ditemui tribunjogja.com di komplek kantor Bupati, belum lama ini.

Baca Juga :  8 Tahun Kasus Pencurian 87 Koleksi Museum Sonobudoyo Jogja Masih Misteri

Dijelaskan Kwintarto, kedua kegiatan yang akan dilaksanakan di pantai Parangtritis tersebut akan digelar dari pagi dan malam.

Hal ini sekaligus menegaskan bahwa Bantul sudah mulai akan mencoba mengembangakan wisata malam.

Tujuannya, untuk mengangkat potensi wisata pantai selatan dan memberikan hiburan kepada para wisatawan yang datang berkunjung.

“Festival Lenterne De Paris ini akan digelar malam. Sementara festival Parangtritis ini juga akan digelar dari pagi sampai malam,” terangnya.

“Wisata malam (di Bantul) akan kita awali. (September) sudah mulai kita ujicobakan,” imbuh dia.

Baca Juga :  Masyaallah, Oknum Caleg Digerebek Sedang Begituan Dengan Selingkuhan di Kamar Kos. Polisi Amankan BB Sprei dan Tisu 

Untuk mensukseskan acara ini, Dinas Pariwisata Bantul menjalin kerjasama dengan pihak lain yakni Inspiratif Production dan menggunakan anggaran non-APBD.

Rencananya, ada 1000 lampion berbahan bakar paraffin yang akan diterbangkan dalam Lenterne festival De Paris ini.
Ukuran masing-masing lampion adalah dengan ketinggian 70 cm, lebar bagian atas 50 cm, dan lebar bagian bawah 40 cm.

Sementara untuk festival Parangtritis, akan digelar selama tiga hari, dari 27-29 September 2018.

Selama tiga hari akan ada banyak kesenian dan budaya yang akan dipentaskan.

Di antaranya Gerak Jalan Pakaian Tradisional, Pertunjukan Seni dan Budaya, tari Nawung Sekar, Tari Adan Enggar, Tari Lilin, Wayang Orang, Jathilan, Tari Pegon, Angklung, Hingga Tari Bedoyo. #Tribunnews


Loading...