loading...
Loading...
Ratusan anggota komunitas Orang Indonesia (Oi) berbagai daerah bersama anggota DPRD, Polsek, Koramil dan warga saat menggelar aksi peduli Bengawan Solo dengan menanam pohon dan membersihkan sampah di Bantaran Bengawan Solo Desa Tenggak, Sidoharjo, Minggu (5/8/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Kabar kerusakan dan pencemaran Sungai Bengawan Solo yang kian parah,  memantik keprihatinan dari Komunitas Orang Indonesia (Oi). Ratusan anggota Oi yang merupakan kumpulan fans Iwan Fals dari berbagai daerah bahkan langsung menyerbu Sragen untuk menunjukkan kepedulian sekaligus mendesak pihak pemerintah segera turun tangan.

Ratusan anggota Oi itu diantaranya datang dari Oi Sragen, Solo,Semarang, hingga Bontang Kalimantan. Mereka dikomando oleh masing-masing Ketua DPC Oi di daerah mereka. Bersama elemen masyarakat, mereka menggelar aksi peduli Bengawan Solo di wilayah Desa Tenggak, Sidoharjo, Minggu (5/8/2018).

Aksi peduli Bengawan Solo itu diawali dengan penanaman pohon keras di sepanjang bantaran Bengawan Solo, Desa Tenggak yang mayoritas sudah bekas longsor tergerus erosi.

Baca Juga :  Miris, Lima Ibu Melahirkan di Sragen Meninggal Dunia, 146 Bayi Juga Tak Terselamatkan

Aksi dilanjutkan dengan membersihkan sampah-sampah yang memenuhi tepian sungai. Selain itu, kegiatan sosial pagi itu juga diisi dengan donor darah hingga aksi menyuarakan keprihatinan dalam panggung bertajuk erosi.

Aksi pagi itu juga dihadiri Ketua Fraksi PKB DPRD Sragen, Faturrohman, Kapolsek Sidoharjo AKP Agus Taruna, koramil, Kades Tenggak Setiyanto hingga berbagai elemen warga.

“Ini aksi spontanitas. Kemarin kami mendadak dikontak beberapa komunitas Oi yang prihatin dengan kerusakan dan pencemaran Bengawan Solo sehingga diwujudkan menggelar aksi peduli di bantaran hari ini. Ini pancatan awak untuk memberikan kesadaran ke masyarakat bahwa kondisi Bengawan Solo ini sudah kritis. Banyak bantaran sudah banyak longsor, bisa dilihat rumah-rumah di atas itu adalah korban-korban longsor akibat erosi bengawan. Belum lagi pencemaran limbah yang merusak ekosistem dan mencemari sungai selama belasan tahun,” paparnya.

Baca Juga :  Bupati Sragen Tak Larang PNS Bercadar dan Celana Cingkrang. "Tapi Saya Akan Tegur Habis-Habisan Kalau Ada PNS Pakai Rok dengan Belahan Segini!" 
Ketua Fraksi PKB, Faturrohman bersama Ketua Oi Sragen dan Kapolsek Sidoharjo serta Kades Tenggak saat menanam pohon di bantaran Sungai Bengawan Solo. Foto/Wardoyo

Ia berharap aksi itu bisa menjadi perhatian Pemkab dan jajaran terkait untuk segera turun tangan menyikapi kerusakan Bengawan Solo yang sudah sedemikian parahnya saat ini. Ia berharap pemerintah tak hanya membangun Solo saja tapi pembangunan dan pemulihan bantaran mestinya juga tidak ditinggalkan.

“Kita akan menyuarakan ke Pemkab, Pemprov dan pusat terkait masalah Bengawan Solo ini. Penanganan limbahnya, erosinya juga. Sudah tidak terhitung berapa banyak rumah yang hilang, roboh dan lain-lain tergerus erosi, ” tukas Fatur.

Baca Juga :  Bacakan Duplik, Mantan Bupati Agus Sebut Istilah Jebakan Batman dan Musang Berbulu Domba. Minta "Hukum Saya Seadil-adilnya", Berikut Duplik Lengkapnya! 
Bersih sampah di Sungai Bengawan Solo. Foto/Wardoyo

Menurutnya, aksi pagi itu adalah awalan. Selanjutnya, tanggal 28 Oktober nanti akan ada aksi serupa yang lebih besar lagi dengan melibatkan komunitas dan elemen lebih banyak lagi.

“Nanti juga akan menggandeng elemen pemuda, Muhammadiyah, Anshor, SH Teratai bahkan komunitas medos KWS juga akan kita gandeng. Ini demi menyelamatkan lingkungan dan kehidupan jutaan masyarakat yang ada di bantaran sungai hingga ke hilir sana, ” tandasnya.

Ketua Komunitas Oi Bontang, Kaltim,  Mbah Suro mengaku miris melihat Bengawan Solo kini sudah berubah hancur akibat erosi dan pencemaran limbah. Karenanya,  Oi tergerak untuk melakukan gerakan peduli dengan menanam pohon hingga bersih sungai. Wardoyo

Loading...