loading...


Kapolsek Sukodono AKP Bambang Erwadi saat menyambangi dan mrmberikan bantuan untuk Mbah Suto , kakek berusia 110 tahun yang rumahnya mendadak ambruk. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Aksi penggalangan donasi dan pengiriman bantuan CSR perusahaan hingga lebih dari Rp 2 miliar untuk korban gempa di Lombok, ternyata tak sepenuhnya direspon positif. Sebagian elemen masyarakat justru mempertanyakan kebijakan Pemkab dan Bupati menggelontorkan bantuan bermiliar-miliar di tengah kondisi masih banyaknya warga miskin dan krisis air bersih yang melanda ribuan warga di Sragen saat ini.

Sorotan itu dilontarkan Forum Masyarakat Sragen (Formas) Selasa (4/9/2018). Ketua Divisi Hukum dan HAM LSM Formas, Sri Wahono mengatakan pihaknya secara prinsip mendukung dan tak menghalangi niat Pemkab membantu korban gempa di Lombok.

Akan tetapi, gelontoran bantuan yang sudah mencapai angka lebih dari Rp 2 miliar dinilai terlalu berlebihan. Hal itu juga dianggap telah melukai perasaan sebagian besar warga Sragen yang masih hidup di garis kemiskinan.

Kemudian ada ribuan warga di berbagai kecamatan di Sragen Utara dan Sragen Barat, sudah berbulan-bulan juga menjerit karena kekurangan air bersih.

“Membantu itu memang mulia. Tapi mestinya bupati dan Pemkab juga melihat kondisi Sragen saat ini. Masih banyak warga miskin tinggal di gubug reyot, bahkan sampai beberapa rumah warga miskin ambruk gara-gara lapuk dan tak segera dibantu RTLH. Banyak warga miskin pada mengeluh, kenapa Pemkab malah menggelontorkan bantuan lebih dari Rp 2 miliar ke Lombok,” paparnya kepada wartawan.

Baca Juga :  Pembobolan Rumah di Ngrombo Tangen, Pelaku Pilih Gondol Vario dan Tinggalkan Yamaha Vixion

Wahono yang juga tokoh di wilayah Tangen dan saat ini banyak mendapat keluhan krisis air bersih, memandang semestinya Bupati lebih peka melihat kondisi warganya dan memprioritaskan kepentingan masyarakatnya terlebih dahulu.

Selain banyak warga yang tinggal di rumah tak layak, masih banyak infrastruktur jalan yang juga masih rusak di tahun ketiga pemerintahan. Padahal janji kampanye bupati, infrastruktur akan dituntaskan dalam dua tahun pertama.

“Masih banyak jalan dan jembatan yang rusak dan menunggu penanganan,” tukasnya.

Ia berpendapat jika bijak, mestinya CSR pengusaha yang mencapai lebih dari Rp 1 miliar itu, sebagian bisa digunakan untuk membantu menuntaskan penanganan warga miskin di Sragen. Kemudian, bencana gempa Lombok, dinilai sudah menjadi bencana menasional dan ada anggaran penanganan sendiri dari pusat. Hampir semua daerah secara nasional juga sudah mengirim bantuan ke sana.

Baca Juga :  Komite dan Warga Sidoharjo Resah Lapangan SMPN 2 Diduga Dirombak Jadi Sawah dan Dijual Secara Diam-diam. Desak Dinas Segera Turun Tangan

“Membantu itu memang bagus, tapi kan sifatnya membantu. Enggak harus banyak segitu. Ironis kan, membantu di luar bermiliar-miliar, sementara warga sendiri masih banyak yang menderita. Saat ini di beberapa wilayah kekeringan, warga tiap hari harus keluar uang Rp 4.000 untuk beli air keliling dimasak. Bertahun-tahun nggak ada solusi mengatasinya, droping juga kurang,” terangnya.

Sorotan itu dilontarkan menyusul aksi penggalangan donasi dari puluhan pengusaha se-Sragen di rumah dinas bupati Sragen, Kamis (30/8/2018). Mereka dikumpulkan untuk penggalangan dana sosial membantu korban gempa Lombok. Hanya dalam 2 jam, terkumpul dana sekitar Rp 1,2 miliar.

Penggalangan dana itu dipimpin langsung Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan rencananya akan digunakan untuk memberi bantuan kepada korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Amanah yang dititipkan kami akan dikelola dengan baik. Kita akan berikan laporan secara transparan dan jelas,” kata Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Sebelumnya, di luar kegiatan tersebut Pemkab juga telah menghimpun dana saweran dari pejabat dan masyarakat sebesar Rp 567 juta, sehingga total yang terkumpul sekitar Rp 1,8 miliar.

Baca Juga :  AKBP Yimmy Kurniawan Resmi Jabat Kapolres Sragen Gantikan AKBP Arif Budiman. Sejajar Dengan AHY, Berikut Profilnya! 

Bahkan Pemkab Sragen melalui pos anggaran tak terduga juga telah mendonasikan bantuan Rp 1 miliar untuk korban gempa melalui Pemerintah Provinsi NTB.

Di hadapan pengusaha tersebut, Bupati Yuni menyampaikan, Pemkab Sragen fokus membantu perbaikan infrastruktur korban gempa pada satu wilayah di NTB, yakni Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.

Pihaknya berjanji pengelolaan donasi para pengusaha bakal dilakukan secara transparan bahkan akan memberikan laporan sedetail mungkin.

Sebelumnya Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno saat berkunjung ke Desa Gumantar bersama tim Pemkab juga telah membangun 75 tempat mandi cuci kakus (MCK). Wardoyo

 

Loading...