loading...


Istimewa

SOLO– Tewasnya mahasiswa Jurusan Arsitektur Fakuktas Tehnik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dari lantai 4 Gedung 5 FT UNS, Kamis (13/9/2018) lalu diduga sengaja bunuh diri. Munculnya dugaan bunuh diri yang dilakukan Guntur Suryo Hapsoro (20) tersebut mencuat berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan Jajaran Polsek Jebres dan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Menurut Kapolsek Jebres, Kompol Juliana, sampai saat ini tidak ditemukan adanya indikasi keterlibatan orang lain dalam kasus jatuhnya warga Griya Payung, Pudak Payung, Banyumanik, Semarang tersebut.

Baca Juga :  Sidang Kedua Kasus Mercy Maut, Kuasa Hukum Iwan Adranacus Sebut Ada Kejanggalan

“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi yang ada di lokasi kejadian. Dari keterangan dan juga olah tempat kejadian perkara tidak ditemukan adanya indikasi keterlibatan orang lain. Jadi diduga korban ini sengaja bunuh diri,” urainya, Jumat (14/9/2018).

Selain itu, lanjut Juliana, berdasarkan keterangan saksi pula bahwa korban memiliki riwayat depresi. Bahkan korban juga sempat dirawat di RSJD Kentingan pada April 2018 silam.

“Saat itu korban sempat melakukan perusakan terhadap sejumlah mobil di salah satu pusat perbelanjaan di Solobaru,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala Prodi Arsitektur FT UNS, Amin Sumadyo, membenarkan bahwa Guntur pernah mengalami depresi. Sedangkan untuk proses selanjutnya, Amin menuturkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga.

Baca Juga :  Pembangunan KA Bandara Solo Capai 30%, Menhub Targetkan Maret 2019 Selesai

“Kami sudah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FT UNS, Eko Pujianto yang mengutarakan jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga.

“Pihak keluarga mengaku sudah mengikhlaskan kepergian mahasiswa angkatan 2016 itu. Pihak keluarga pun sudah membuat surat pernyataan kepada pihak kepolisian terkait kasus ini. Kalau untuk kronologi kejadian kami kurang mengetahuinya, karena kami juga tidak memasang CCTV di lokasi,” terangnya. Triawati PP

Loading...