loading...


Ilustrasi | joglosemarnews.com

BOGOR – Lantaran tergiur bermain air, lima bocah usia SD ini tewas. Mereka ditemukan tewas tenggelam di kubangan kolam retensi milik pengembang proyek perumahan.

Kematian lima bocah dalam sebuah kubangan di Kampung Kedung Halang Poncol, Sukaresmi, Tanah Sareal, Bogor itu pun, praktis  mengejutkan masyarakat setempat.

Bukan saja karena jumlah korban yang cukup banyak, tapi memang mereka sebelumnya tak pernah mandi atau berenang di kubangan kolam retensi milik pengembang proyek perumahan tersebut.

Kelima korban adalah siswa sekolah Madrasah ibtidaiyah, atau setingkat sekolah dasar Tarbiyatul At Fal. Seluruhnya ada enam bocah yang diduga bermain di kubangan kolam retensi yang terisi penuh air hujan tersebut, Kamis (18/10/2018) siang. Satu di antaranya berhasil selamat dan berteriak minta tolong sehingga peristiwa tenggelamnya bocah-bocah itu diketahui warga.

Baca Juga :  Misteri Tes TKP CAT CPNS Yang Penuh Kemiripan dan Menjebak. Dari 1,7 Juta Peserta CPNS, Hanya 8 % Yang Lolos 

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tanah Sareal Komisaris Muhamad Suprayogi mengatakan, anak-anak itu sudah biasa bermain di sekitar kolam.

“Tapi baru kali ini kolam retensi dijadikan kolam untuk berenang dan mandi anak-anak ini,” kata dia.

Kolam retensi sedalam 2,5 meter itu kini memang penuh terisi air setelah hujan mengguyur wilayah itu dua hari berturut-turut sebelumnya. Kolam diduga menggoda anak-anak itu untuk bermain di dalamnya.

Baca Juga :  Perbanas Sebut Jumlah Bank di Indonesia Akan Menyusut Signifikan. Salah Satu Pesaingya Perusahaan Teknologi Finansial

Diduga karena tidak bisa berenang keenam anak tenggelam. Lima di antaranya akhirnya tewas dan ditemukan di dasar kolam.”Sedang korban selamat langsung dibawa ke RS Islam Kota Bogor untuk mendapatkan pertolongan medis,” kata Suprayogi sambil menambahkan kepolisian setempat masih terus menyelidiki penyebab peristiwa kematian lima anak tersebut.

“Meski keluarga mengganggap kematian kelima anak itu sebagai musibah namun kasus ini masih kami selidiki,” kata Suprayogi.

Baca Juga :  Tragedi “Surabaya Membara”, 3 Penonton Tewas Tertabrak KA Belasan Luka. Ini Penjelasan Daop 8 Surabaya

www.tempo.co

Loading...