JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Salut. PSHT Cabang Surakarta Galang Dana Rp 71 Juta untuk Palu

Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Istimewa

SOLO- PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate)  Cabang Surakarta menyerahkan hasil penggalangan dana untuk korban tsunami Palu, Donggala dan Sigi Sulawesi Tengah melalui SOLOPEDULI. Dana sebesar Rp 71.000.000,- diserahkan langsung oleh ketua cabang Surakarta, Arif Hudayanto dan perwakilan setiap rayon kepada kepala SOLOPEDULI area Surakarta, Sutarno tanggal 13 Oktober 2018 lalu.

PSHT merupakan pencak silat yang mendidik manusia berbudi luhur yang mengetahui benar dan salah serta bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Saat ini PSHT cabang Surakarta terdiri dari 14 Rayon dengan total siswa dan anggota 2.000-an. Menurut Arif Hudayanto, PSHT menyalurkan dananya melalui SOLOPEDULI karena SOLOPEDULI merupakan lembaga terpercaya dan dikenal masyarakat Surakarta.

Baca Juga :  Pasar Rakyat Ilegal di Alkid Solo Catut Logo Pemkot, Polda Jateng, hingga Kodam Diponegoro, aIni Sikap Tegas Polisi

“Ini merupakan wujud kepedulian PSHT cabang Surakarta kepada saudara kita yang terkena bencana gempa tsunami di Palu,  Donggala dan Sigi. Di PSHT kami mengajarkan pencak silat, dan mengajarkan kepedulian terhadap yang membutuhkan. Mudah-mudahan para korban segera bangkit dan menata kehidupan mereka kembali,” urainya.

Ditambahkan Kepala SOLOPEDULI area Surakarta, Sutarno, pihaknya memberikan apresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada sedulur-sedulur PSHT Cabang Surakarta yang telah menggalang dana untuk saudara-saudara di Palu, Donggala dan Sigi. SOLOPEDULI telah mendirikan posko di Jalan Gelatik Kecamatan Palu Selatan Sulawesi Tengah.

Baca Juga :  2 Penjambret Emak-emak di Jebres Babak Belur Dihajar Massa, Ternyata Salah Satunya Baru Bebas 2 Bulan Lalu

“Posko SOLOPEDULI melayani dapur umum, pendampingan psikososial dan kesehatan. Dengan semakin banyak masyarakat yang membantu, insya Allah akan mempercepat proses recoveri paska bencana disana, walau tentu saja membutuhkan biaya yang sangat besar karena ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan ribuan rumah warga mengalami kerusakan serta ribuan korban yang harus didampingi dalam masa psikososial paska bencana. Walau membutuhkan biaya dan energi yang sangat besar, insya Allah para korban akan segera bangkit asal dari masyarakat bersama-sama terus membantu mereka hingga kondisi stabil,” paparnya, Senin (15/10/2018). Triawati PP