JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Sumiyati, Pemilik Warung Makan Mangut Mba Sum. Berbekal Ketekunan Antarkan Anak Hingga Lulus Kuliah

Mba Sum
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Mba Sum

WONOGIRI-Warung Makan spesial mangut Mba Sum, demikian orang sering menyebut sebuah warung makan yang berada tepat di samping Jalan Perwakilan sisi selatan Gedung DPRD Wonogiri. Tidak berukuran luas, malah hanya berupa tenda dengan panjang sekitar enam dan memiliki lebar tak lebih dari dua meter.

Namun siapa sangka, pemilik warung tersebut memiliki tekad baja dan ketekunan bekerja terbilang tinggi. Berkat ketekunan itulah, sang pemilik berhasil mengantarkan anaknya hingga ke bangku kuliah.

“Saya memang tidak berpendidikan tinggi. Tapi anak-anak saya harus bisa meraih impian setinggi mungkin dengan cara mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Anak-anak saya harus kuliah. Dan Alhamdulillah anak saya yang paling tua kini sudah lulus kuliah di salah satu perguruan tinggi di Solo,“ ungkap perempuan kelahiran Wonogiri, 18 September 1972 ini.

Dia menceritakan, harus bekerja keras untuk mewujudkan hal tersebut. Jatuh dan bangun sudah berulangkali dirinya alami. Mulai dari saat menikah, hingga membuka usaha berdagang makanan.

Baca Juga :  Jumlah Kasus Sembuh dari COVID-19 di Wonogiri Meroket di Angka 138, Kasus Terkonfirmasi Positif Menjadi 156

“Saya hanya lulusan SMEA (SMK). Setelah menikah di tahun 1983, saya dan suami berjualan makanan di Pasar Kota Wonogiri. Modalnya dari pinjaman dan tabungan saat bekerja menjadi buruh swasta dulunya,“ ujar istri Sukino tersebut, Kamis (11/10/2018).

Pasang surut dalam usaha, dia alami. Puncaknya saat memasuki Juni 2002, pasar tradisional terbesar se-Wonogiri itu, habis dalam sebuah peristiwa kebakaran. Aset yang dimilikinya ikutan terbakar. Terpaksa, dirinya dan suami harus memulai usaha dari nol lagi.

“Saya kemudian memutuskan untuk berjualan makanan di dekat Rumah Dinas Wakil Bupati Wonogiri. Tapi karena ada peraturan larangan berjualan di daerah itu, akhirnya saya pindah lagi pada tahun 2007 di tempat ini sampai sekarang,” ujar warga Lingkungan Salak RT 2 RW 3 Kelurahan Giripurwo ini.

Di lokasi yang baru, kembali Sumiyati mesti berangkat dari nol. Namun berkat tekad keras dan ketekunan dalam bekerja, usaha kuliner tersebut mulai banyak menarik pengunjung. Dari situlah, Sumiyati kemudian bisa menyisihkan sebagian penghasilannya. Satu tujuan yang ingin dicapainya, yakni menguliahkan kedua anaknya, Dina dan Danang.

Baca Juga :  Alhamdulillah Lur, Jumlah Pasien Sembuh dari COVID-19 di Wonogiri Mencapai Hampir 100 Orang. Warga di Klaster Sempon Juga Telah Negatif Gedung PGRI Lantas Tak Lagi Difungsikan Sebagai Pondok Sehat

“Pendidikan itu sangat penting. Sebab dengan memiliki pendidikan tinggi, kita jadi lebih mudah untuk menggapai cita-cita. Sebenarnya saya dulu juga berkeinginan untuk kuliah, tapi orang tua tidak ada biaya,“ papar dia.

Dengan pendidikan tinggi pula, dirinya menginginkan kedua anaknya bisa memperoleh penghidupan yang lebih baik. Paling tidak bisa diatas dirinya dan suami.

“Saya menekankan kepada anak-anak saya untuk juga belajar keras. Dan saat di sekolah tidak boleh malu, meskipun hanya anak penjual makanan di pinggir jalan, tidak boleh kalah dengan mereka yang anak pejabat atau pegawai,“ terang Sumiyati. Aris Arianto