loading...
Loading...
teras.id

JAKARTA– Masyarakat utamanya nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) diresahkan dengan kabar rekening tabungan mereka bakal diblokir jika tidak segera melakukan penggantian kartu ATM lawas ke kartu ber-chip.

Kabar keresahan itu pun langsung memantik repson dari BRI. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI menanggapi kabar viral yang muncul belakangan ini tentang imbauan kepada para nasabah untuk menukarkan kartu ATM atau debit lawasnya menjadi kartu berteknologi chip dengan batas waktu pada akhir bulan Oktober 2018 ini. Kabar viral itu beredar di sejumlah media sosial dan grup percakapan.

Dalam sejumlah pesan bergambar yang beredar di media sosial itu disebutkan bahwa para nasabah yang memiliki kartu ATM atau debitnya diimbau untuk menukarkan ke kantor cabang terdekat untuk mendapatkan kartu berchip. Dalam pesan gambar itu disebutkan jika kartu ATM lawas tak ditukar pada tanggal 30 ataupun 31 Oktober 2018 ini, maka rekening tabungan akan diblokir.

Baca Juga :  Tiga Emak-emak Pelaku Kampanye Hitam ke Jokowi Dituntut 8 Bulan

Imbauan yang simpang siur di antaranya tentang batas waktu penukaran kartu ini yang kemudian dipertanyakan oleh para nasabah ke manajemen BRI, salah satunya ke akun Twitter resmi @BANKBRI_ID.

Ryan Nicolaas melalui akun @RyanNicolaas misalnya pada Kamis, 25 Oktober 2018, mempertanyakan kebenaran isu pemblokiran kartu ATM jika tak bermigrasi ke kartu berteknologi chip. Begitu juga Lulu Anjar melalui akun @lulu_anjar dan Kharisma Lestari melalui akun @kharismanism.

Baca Juga :  Beredar Daftar Menteri Kabinet 2019-2024, Ini Reaksi TKN

BRI dalam cuitannya pada Kamis lalu, 25 Oktober 2018, menjelaskan, bahwa isu yang berkembang tersebut adalah tidak benar.

“Bank BRI menegaskan bahwa isu mengenai pemblokiran kartu debit non-chip secara otomatis pada akhir bulan Oktober 2018, tidak benar,” seperti ditulis melalui akun @BANKBRI_ID.

Meski begitu, BRI membenarkan bahwa pihaknya memang tengah mendorong para nasabah untuk melakukan migrasi kartu debit ke kartu berteknologi chip. “Sesuai Peraturan Bank Indonesia terkait Standar Nasional Teknologi Chip (SNTC), Bank BRI mengimbau nasabahnya untuk melakukan penggantian kartu debit non-chip menjadi kartu debit ber-chip,” kata BRI.

Namun dalam pelaksanaannya, BRI tidak menetapkan batas waktu migrasi tersebut.

Baca Juga :  Viral Video Perkelahian Dua Wanita di Tempat Umum, Seorang Pria Diduga Suami Keduanya Bingung Melerai

“Demi mengutamakan kenyamanan para nasabahnya, Bank BRI tidak menetapkan tenggat waktu penggantian kartu debit non-chip menjadi kartu debit ber-chip.”

Untuk melakukan migrasi, nasabah Bank BRI diimbau agar mengunjungi unit kerja BRI terdekat untuk melakukan penggantian kartu debit menjadi kartu debit ber-chip.

Dan yang menjadi prioritas saat ini untuk diganti kartunya adalah nasabah Simpedes.

“Saat ini, nasabah BRI yang kami prioritaskan untuk melakukan penggantian kartu adalah nasabah Simpedes,” ucap BRI.

Bank BRI juga menyebarkan imbauan melalui SMS blast kepada nasabah untuk mengganti kartu bagi nasabah yang kartunya tercatat non-aktif.

www.teras.id

Iklan
Loading...