loading...
Loading...
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat melantik Untung Sriyanto menjadi Dirut PD Aneka Usaha. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR- Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meminta kepada direktur baru, melakukan perombakan ulang terhadap seluruh karyawan PD Aneka Usaha. Seluruh karyawan diberhentikan, dan jika ingin kembali bekerja, harus melamar ulang dan mengikuti seleksi yang dilakukan oleh lembaga independen.

Hal tersebut dikatakan bupati dalam sambutannya saat melantik Untung Sriyanto, sebagai direktur baru PD Aneka Usaha, menggantikan pejabat sementara, Sumarno, Rabu (31/10/2018) malam.

Baca Juga :  Bupati Minta Masyarakat Karanganyar Tingkatkan Budaya Membaca Agar Bisa Sukses

Dalam sambutannya, bupati meminta direktur baru melakukan cek ulang kepada seluruh karyawan badan usaha milih pemerintah daerah tersebut.

“ Saya minta kepada direktur baru untuk melakukan penataan ulang terhadap seluruh karyawan. Seluruh karyawan harus diseleksi ulang melalui lembaga independen, sehingga diperoleh karyawan yang memiliki kemampuan seperti yang dibutuhkan,” kata bupati.

Menurut bupati, direktur baru, harus dapat membawa PD  Aneka Usaha kearah yang lebih baik dan meminta agar pejabat baru ini tidak tergantung pada pemerintah.

Baca Juga :  3 Tersangka Komplotan Maling Rokok Karanganyar Disikat Polisi. Bersenjata Linggis, Rusak Gembok dan Kuras Rokok di Toko 

“Lakukan perbaikan kearah yang lebih baik. Saya beri keleluasaan untuk mengelola,” ujar bupati.

Sementara Direktur PD Aneka Usaha, Untung Sriyanto, mengaku siap melaksanakan perintah bupati. Mantan Direktur Bank Pasar Klaten tersebut berjanji akan menata ulang seluruh karyawan. Untung akan melakukan evaluasi baik ke dalam dan ke luar.

Baca Juga :  Sempurna Jahatnya, 2 Otak Pembobol Toko di Karanganyar Mengaku Uang Hasil Garongan Habis Dipakai Untuk Maksiat Ini! 

“Saat ini fokus kami adalah perbaikan ke dalam terlebih dahulu,” ungkap Untung.

Untuk diketahui, PD Aneka Usaha memang tengah dalam bidikan aparat karena kebobrokan manajemen. Bahkan saat ini Polres tengah mengusut kerugian Rp 350 juta di perusahaan daerah itu. Wardoyo

Loading...