loading...
Loading...
Penangkapan ibu penyebar hoax. Foto/Bid Humas Polda

SEMARANG– Maraknya kabar penculikan akhirnya memakan korban.  Seorang ibu rumah tangga berinisial NK asal Desa Samaran Kecamatan Pamotan terpaksa harus berurusan dengan aparat.

Ia ditangkap polisi karena diduga telah menyebar berita bohong atau hoaks soal isu penculikan anak diwilayah setempat.

Pada Rabu pagi 07 Nopember 2018 sekira pukul 21.00 WIB, anggota reskrim Polsek Pamotan melakukan operasi cyber dan menemukan pemberitaan adanya penculikan anak, di SD Samaran yang di upload akun media sosial facebook, bertuliskan “ hati2 penculikan anak sudah terjadi di SD samaran wonge nyamar bakul eskrim”.

Baca Juga :  Bobol 3 Ton Beras, Raja Tipu asal Bekasi Dibekuk Polres Magelang. Modus Menyamar Pakai Nama Lain

Pada hari Kamis (8/11/2018), Kanit Reskrim mendatangi Kepala Desa Samaran untuk mengkonfirmasi adanya status tersebut, dan dibenarkan oleh kepala desa setempat.

Kapolsek Pamotan Polres Rembang AKP Imron Rosyadi mengatakan, agar tidak terulang, pihaknya telah melakukan pembinaan kepada perempuan kelahiran tahun 1986 ituselain itu. Yang bersangkutan juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan secara tertulis.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Rumah Kasmeja di Kaligondang. Petugas Pemadam Dikerahkan Padamkan Kobaran Api 

“Kami minta agar masyarakat tidak menyebar berita yang tidak diketahui sumbernya,kami juga memberikan pembinaan kepada yang bersangkutan pungkas Kapolsek Pamotan Polres Rembang. (Wardoyo/Humas Polda Jateng)

 

Loading...