JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Ini Cara Menerapkan Pola Mina Padi di Sukoharjo

Pengecekan pola pertanian mina padi di Sukoharjo.
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Pengecekan pola pertanian mina padi di Sukoharjo.

SUKOHARJO–Bupati  Sukoharjo Wardoyo Wijaya menerima kunjungan delegasi delapan Perwakilan Tetap (permanent representatives) Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) yang berbasis di Roma terkait kawasan mina padi di Desa Geneng Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo, pekan lalu.

Turut hadir pula Dirjen Kerjasama Multilateral Kementerian luar Negeri RI, Dirjen Perikanan Budidaya Kelautan dan Perikanan RI, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Badan ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo, Forkopimda, Kepala OPD terkait, kepala dinas yang membidangi fungsi perikanan se eks karesidenan Surakarta dan Blora, Muspika Gatak serta para ketua kelompok tani Genengsari II.

Bupati dalam sambutannya mengapresiasi ternyata Kabupaten Sukoharjo dijadikan salah satu kunjungan Permanent Repsentatives dari 8 negara dan FAO Roma. Bupati berharap pelaksanaan mina padi di wilayah Kabupaten Sukoharjo untuk terus berlanjut dan berkembang.

“Kami berkomitmen terhadap pelaksanaan mina padi di Kabupaten Sukoharjo di tahun 2019 menjadi minimal 25 hektare untuk itu kami berharap pula dukungan anggaran dari FAO, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pertanian serta dinas dinas terkait lainnya untuk mengembangkan mina padi. Kepada permanent representatives kami persilahkan untuk melakukan diskusi dengan kelompok dilanjutkan dengan kunjungan lapang untuk menyaksikan dan mendalami kegiatan mina padi yang dilakukan kelompok,” jelas Bupati, Minggu (4/11/2018).

Baca Juga :  Membara, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Corona di Sukoharjo Mencapai 119 Pasca Penambahan 11 Kasus Baru

Sementara dalam press release dari FAO menjelaskan demonstrasi pertanian budidaya ikan padi yang inovatif adalah salah satu kegiatan yang cukup penting. Demonstrasi Mina Padi Inovatif (IRFF) di Sukoharjo dilaksanakan di 2 desa yakni Desa Geneng pada 5 hektare lahan dan Desa Dalangan 13 hektare. Terdapat lima kelompok tani yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Geneng Sari II di Desa Geneng, Ngudi Rejeki, Ngudi Mulyo, Asri Rata dan kelompok petani Ngudi Rahayu yang berbasis di Desa Dalangan dengan jumlah total penerima sasaran 61 rumah tangga petani.

Ditambahkan, hasil budidaya ikan padi inovatif di Sukoharjo sejalan dengan hasil plot percontohan budidaya ikan padi sebelumnya di Sleman yang juga difasilitasi FAO bekerja sama dengan Dirjen Perikanan Budidaya. Pola mina padi dapat meningkatkan produktifitas lahan dan meningkatkan pendapatan petani.

Baca Juga :  Tambah Terus Slur, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Corona di Sukoharjo Kini Menjadi 97

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan, penambahan luasan lahan untuk menerapkan sistem mina padi di Sukoharjo sangat terbuka lebar.  Sebab di Sukoharjo ada potensi lahan sawah seluas 20.518 hektare. Dari luasan tersebut ada 14.556 hektare atau 70,94 persen menggunakan saluran irigasi teknis untuk mendapatkan air. Sedangkan sisanya sawah tadah hujan dimana air sepenuhnya mengandalkan air hujan.

Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo optimis target penambahan luasan lahan mina padi akan terwujud tahun depan. Sebab sekarang di wilayah Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari dan Desa Geneng, Kecamatan Gatak sudah ada beberapa petani menyatakan siap menerapkan sistem mina padi. Kondisi serupa juga terjadi di wilayah lain yang menyatakan ketertarikannya.

“Sekarang masih persiapan perluasan dan nanti petugas akan melakukan sosialisasi dan pendampingan pada petani dan kelompok tani,” ujar dia. Aris Arianto