loading...
Loading...
Tribunnews

CILACAP – Heboh kembali terjadi di  Masyarakat Desa Kalikudi Kecamatan Adipala Kabupaten Cilacap, Jumat (2/11/2018). Heboh kali ini rupanya ada kaitannya dwngan kehebohan beberapa waktu lalu.

Beberapa waktu lalu, masyarakat Desa Kalikudi, dihebohkan dengan penemuan batu bata kuno ukuran jumbo di areal persawahan.

Temuan artefak itu pun mengundang rasa penasaran masyarakat hingga peneliti terkait muasal benda tersebut.

Belum misteri itu terpecahkan, kini masyarakat desa Kalikudi kembali dikejutkan dengan penemuan benda diduga artefak kuno.

Temuan benda kuno ini berada di dekat lokasi penemuan batu bata kuno sebelumnya.

Menurut Ketua Adat Tradisi Anak Putu (ATAP) Kalikudi, Nakam S Wibowo, benda berbentuk bulat lonjong serupa kapsul itu ditemukan dekat lokasi temuan batu bata kuno yang kini sudah dipagar pengaman.

Baca Juga :  Sempat Membara Kebakaran, Ekosistem Taman Gunung Merbabu Dipulihkan Dengan 30 Ekor Landak Jawa. Semua Dipasangi GPS, Diharap Selamatkan Ancaman Kepunahan

Penemuan benda diduga artefak itu berawal dari ketidaksengajaan.

Miskam, pemilik sawah hendak menggarap sawahnya terpeleset benda licin di bawah permukaan tanah.

Tak tahunya, benda keras yang hampir menyelakakannya itu bukanlah batu biasa.
Ia dan warga lain kemudian mengangkat batu tersebut yang sebagian patah.

“Gara-gara terpeleset mau digarap,” ujarnya.

Setelah berkoordinasi dengan Peneliti Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jateng-DIY, batu tersebut tidak jadi dievakuasi, melainkan tetap diletakkan di tempat asalnya.

Miskam mencoba menancapkan batang tongkat di permukaan lumpur tempat penemuan batu itu.

Ujung tongkatnya ternyata juga menyentuh benda keras di bawah permukaan lumpur.
Tetapi dia tak bisa memastikan benda keras apa yang mengenai ujung tongkatnya.

Baca Juga :  Pamit Cari Keong, Warga Bajing Ditemukan Jadi Mayat dan Tergeletak di Sungai

Bentuknya yang rapi menyerupai kapsul membuat dia yakin, batu tersebut bukan bentukan alam, namun sengaja dibentuk oleh manusia.

Benda itu diduga dibuat menggunakan campuran batu putih sejenis padas.
Karena bentuknya itu, batu tersebut sempat diduga merupakan nisan makam.

Pekan lalu, BPCB telah meninjau lokasi penemuan artefak yang pertama.
Namun, karena benda kuno di sawah itu terendam air, tim tak dapat meneliti lebih jauh di lapangan.

Peneliti hanya membawa sampel batu bata itu untuk diteliti di laboratorium.

Warga hingga saat ini pun masih menunggu informasi mengenai hasil kajian dari BPBC mengenai batu bata kuno itu.

Baca Juga :  4 Truk Berisi Ratusan Batang Jati Perhutani Digerebek Polisi di Blora. Sebagian Disembunyikan di Pekarangan, hingga di Kandang Sapi 

Temuan ini ternyata bukan yang pertama kalinya oleh warga.

Menurut Pemangku Adat Paguyuban Adat Tradisi Anak Putu (ATAP), Kunthang Sunardi, warga lain, Kalim Gunadi mengaku pernah menemukan benda sejenis beberapa tahun lalu.

Kebetulan, posisi sawahnya bersebelahan dengan lokasi penemuan batu bata kuno yang sekarang.

Saat itu, ia memutuskan membiarkan saja benda itu karena menganggapnya tak penting.
Gunadi kini tengah menelusurin kembali keberadaan batu bata kuno di sawahnya yang sempat ia temukan dulu.

Barangkali, keberadaan benda itu masih terkait dengan batu bata kuno yang ditemukan baru-baru ini di dekat sawahnya.

“Kalau sudah ketemu nanti dilaporkan,” kata Kunthang. #tribunnews

Loading...